Eks Pengguna Narkoba Butuh Dukungan Pemerintah

437

GEDONGTATAAN – Pihak Kepolisian Resort Pesawaran mengakui masih adanya beberapa pelaku penyalahgunaan narkoba yang terjaring di wilayah kampung bebas narkoba di Kecamatan Tegineneng. Hal tersebut masih terjadi lantaran disebabkan beberapa faktor, diantaranya belum adanya kepastian terciptanya lapangan pekerjaan bagi eks penyalahgunaan narkoba dan kondisi wilayah antar lintas provinsi.

“Kendalanya adanya perubahan mindset pola perubahan pendapatan secara ekonomi atau pekerjaan. Kalau kita tidak mencarikan lapangan pekerjaan, maka dikhawatirkan akan kembali ke profesi lama,” ungkap Kapolres Pesawaran,AKBP Syaiful Wahyudi kemarin.

Untuk itu, selain memberikan pembinaan secara intensif kepada eks pengguna narkoba, pihaknya juga membutuhkan dukungan dari semua pihak, baik pemerintah, masyarakat dan elemen lainnya. Karena, dari sekitar 154 eks pengguna narkoba tersebut harus dipetakan dan diberikan bimbingan melaui BLK sesuai skill mereka.

BACA :  Meski Ada Larangan Hindari Kerumunan Massa, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kumpulkan Kepala SMP se-Pesawaran

“Sehingga potensi mereka akan tergali, misal ada kelompok yang konsen membuat kerajinan, bengkel dan usaha kecil menengah lainnya. Serta harus ada bapak angkat (pihak swasta) dan peran pemerintah daerah yang memberikan stimulan baik dari segi pelatihan maupun permodalan,” jelasnya.

Untuk itu, Syaiful berharap agar dinas terkait dapat memetakan potensi yang ada pada setiap eks pengguna narkoba yang telah hijrah ke arah yang lebih baik. Dan desa juga dapat berperan aktif melalui Dana Desa dengan menganggarkan kegiatan atau semacam pelatihan kepada mereka.

BACA :  Pemkab Pesawaran Realokasikan Anggaran Tangani Wabah Corona

“Jika sudah ada produk yang mereka hasilkan, kan dapat dikelola melalui BUMDes. Sehingga mereka memiliki kesibukan yang lebih positif dan dapat membantu perekonomian rumah tangga mereka,” ujarnya.

Lebih jauh Syaiful menambahkan, letak geografis wilayah kecamatan Tegineneng yang terletak di wilayah lintas Sumatera berpotensi cukup besar membuka akses peredaran narkoba.

“Karena sebelumnya, mereka sudah terkoneksi dengan jaringan lintas provinsi. Dan kalau eks pengguna narkoba selalu disatroni dari pengedar dari luar,  dikhawatirkan akan tergoda kembali ke profesi lama. Namun, jika sudah ada kepastian lapangan pekerjaan, eks pengguna narkoba akan lebih fokus ke pekerjaan mereka yang baru,” pungkasnya. (Esn)