Empat Verifikator Buka Suara, Kecuali Titik Sutriningsih

72
ILUSTRASI

KALIANDA – Empat verifikator ijazah calon bupati/wakil bupati di Pilkada Lamsel 2015, buka suara ihwal hasil kerja mereka di masa silam.

Keempat orang tersebut yakni Mantan Ketua KPU Lamsel Abdul Hafidz, mantan komisioner KPU Lamsel Sri Fatimah, lalu dua Komisioner KPU Lamsel Mislamudin dan Hendra Apriyansyah. Hanya Titik Sutriningsih yang tidak bersedia menceritakan kerja-kerja verifikasi faktualnya di masa lalu.

“ Kalau saya dulu ke Jakarta memverifikasi ijazah Rycko Menoza yang lulusan luar negeri setara S2 kalau di Indonesia. Masing-masing komisioner dapat tugas verifikasi faktual per daerah, ada yang ke Bandung, Jakarta, Cilacap, Palembang,” ujar mantan Ketua KPU Lamsel Abdul Hafidz, Kamis (13/8/2020).

Hal senada dikatakan Sri Fatimah. Eks komisioner KPU Lamsel itu mengaku berangkat ke Palembang untuk memverifikasi ijazah Rycko Menoza.

“Saya dapat ke Palembang verifikasi faktual pak Rycko. Verifikasinya per kota. Kalau nggak salah Mas Hendra ke Bandung, Pak Mislamudin dan Pak Hafidz kalau nggak salah ke Jakarta dan Cilacap, Mbak Titik kebagian di Bandarlampung, Lampung,” kata Sri Fatimah menjelaskan.

Masih kata Sri Fatimah prosesnya yang di verifikasi ialah ijazah SMA dan atasnya. Lantaran sejumlah calon kala itu pernah bersekolah di lain daerah maka dibagi tugas untuk para komisioner.

“ Karena kalau per calon kan, kita kemana-mana. Maka dibagi kalau nggak salah di Jakarta itu ada dua tim, nah itu ada yang disini dan saya sendiri dapat di Palembang, bagi-baginya seperti itu, kan dilihat per calon dia kuliah atau sekolah dimana? Kalau pak Zainudin kebanyakan di Jakarta (verifikasi.red) nya, benar tidak gelar atau title yang akan dipakai maka di verifikasi,” ucapnya.

BACA :  Disperkim Benahi 8 LPJU Rusak, Tersisa 12 Lagi

Lebih lanjut Sri Fatimah mengatakan yang bertanggungjawab atas verifikasi tersebut ialah komisioner. Kemudian komisioner pasti didamping staf sekretariat KPU sebab ada beberapa administrasi seperti surat verifikasi, sesuai atau tidak.

“ Komisioner didamping staff sekretariat, ijazah itu kan ada beberapa administrasi yang harus ditandatangani sama pihak seperti Universitas tempat perkuliahannya, itu ada suratnya. Surat pernyataan verifikasi, saya dengan Panwasnya Bu Hesti dan Pak Bejo waktu itu pak Bejo masih di bagian Hukum (KPU Lamsel) belum di Sekretaris KPU. Sekretaris KPU nya pak Thamrin. Pak Thamrin itu ke Jakarta kalau nggak salah,” jelasnya.

Hal senada dikatakan Mislamudin yang memverifikasi ijazah K.H SHoleh Bajuri ke Kabupaten Cilacap. Mislam menceritakan aktifitas verifikasinya kala itu. “ Saya ke Cilacap memverifikasi ijazah K.H Sholeh Bajuri,” ujarnya.

Begitu pula dengan Hendra Apriyansyah yang memverifikasi ke Bandung terkait keabsahan ijazah Rycko. “ Saya ke Bandung verifikasi ijazah SMA nya Rycko, dan clear. Saya didampingi Panwas juga staff KPU mengecek langsung ke SMA tempat Rycko bersekolah,” jelasnya.

BACA :  Hipni Terganjal Melin

Dari lima komisioner atau verifikator ijazah bakal calon bupati bupati/wakil bupati di Pilkada Lamsel 2015 itu, hanya Titik Sutriningsih yang enggan buka suara. Titik Sutriningsih langsung mengelak dan buru-buru mengakhiri pembicaraan via telepon ketika dihubungi Selasa (11/7) lalu.

“Oh ya, kenapa mas. Oh mohon maaf mas. Aku sudah di provinsi ini tidak dapat izin dari ketua. Karena memang sudah dari 2015, dan bicaranya tentang KPU Lampung Selatan, ya. Mari mas,” elak Titik mengakhiri pembicaraan.

Sebelumnya Kades Margodadi Sutrimo juga menyayangkan tutup mulut yang dilakoni Titik Sutriningsih. Padahal Sutrimo menilai komentar Titik amat perlu disaat-saat seperti ini.

“Ibu Titik Sutriningsih komisioner KPU Lamsel yang dulu memverifikasi ijazah Nanang dan sekarang di KPU Provinsi Lampung juga ditanya no coment, bungkam. Sebetulnya kan nggak bisa dia no coment, orang ini untuk kebenaran kok. Sekarang gini, Sutriningsih ini kan dipercaya untuk memverifikasi, lho sekarang ini saat ditanya kok no coment ini kan nggak bener dia,” ucapnya.

Mantan legislator Lamsel ini menyayangkan sikap Titik Sutriningsih yang saat-saat seperti ini justru bungkam. Padahal ia merupakan verifikator ijazah Nanang pada kala itu.

“ Maunya koment saja; iya saya memverifikasi dengan bukti-bukti, kan begitu. toh itu tugas dia memverifikasi,” pungkasnya. (ver)