Endemik DBD, Puskesmas Branti Lakukan Fogging

45
ILUSTRASI FOGGING

NATAR – Intensitas hujan dikhawatirkan menyebarkan banyak penyakit, terutama Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjadi penyakit endemik di wilayah kerja Puskesmas Branti Raya.

Mengantisipasi itu, Puskesmas Branti Raya melakukan pengasapan atau fogging dibeberapa desa salah satunya Desa Candimas. “Sebetulnya (fogging) salah satu bentuk antisipasi kami saja, tetapi upaya lainnya telah dilakukan,” kata Kepala Puskesmas Branti Raya dr. Putra Kurniawan, Senin (17/2).

Upaya lain tersebut samvung dia, berupa Gerakan Serentak (Gertak) yang telah dilakukan beberapa waktu lalu dimana seluruh warga diajak untuk membersihkan lingkungan dan membiasakan gerakan jumantik. “Yang jelas semua upaya antisipasi telah kami lakukan bersama seluruh warga dan aparat desa,” tuturnya.

BACA :  Pelayanan Bandara Radin Inten Slow Down

Dia mengatakan Gertak penanggulangan DBD itu dalam rangka menghadapi musim penghujan yang sudah berlangsung. “Dalam Gertak ini kami juga membagikan abate, liflet DBD, pemeriksaan jentik, penyuluhan kelompok dan individu, serta Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui 3M bersama warga,” terangnya.

Pria yang karib disapa dr. Iwan ini menambahkan, Gertak sendiri merupakan inovasi dari pihaknya bersama tim di Puskesmas Branti Raya untuk mengurangi bahkan meghilangkan penyakit DBD di wilayah binaannya. “Target kami dengan Gertak ini tidak ada lagi yang terjangkit DBD, khususnya di Desa Branti, Candimas, Haduyang, Banjarnegeri, Rulung Helok dan Mandah,” paparnya.

BACA :  Lamsel Perang Terhadap Corona!

Ia menambahkan, pencangan Gertak ini diharapkan bisa konsisten agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. “Semoga program ini bisa konsisten,” pungkasnya. (kms)