Festival Pahawang Wujud tak Berwujud

0

GEDONGTATAAN – Pahawang Ecotourism Festival yang akan di gelar pada 25-26 November 2017 mendatang kurang mendapatkan perhatian dari masyarakat. Pasalnya, masyarakat di Kabupaten Pesawaran banyak yang belum mengetahui adanya kegiatan yang digelar oleh Pemkab Pesawaran melalui Dinas Pariwisata tersebut.

Diketahui, Pahawang Ecotourism Festival yang akan dipusatkan di Pulau Pahawang, Kecamatan Marga Punduh tersebut merupakan pagelaran akbar kebudayaan dan pariwisata berbasis lingkungan di Provinsi Lampung yang diharapkan banyak menarik perhatian khalayak nasional maupun mancanegara.

Menjadi salah satu dari event pariwisata berwawasan lingkungan terbesar di Sumatera dengan mengutamakan aspek konservasi alam, mengangkat kearifan budaya lokal dan sosial ekonomi masyarakat dengan memberdayakan seluruh masyarakat Pulau Pahawang. Namun, kurang promosi yang dilakukan untuk pagelaran akbar tersebut diduga menjadi penyebab ketidaktahuan masyarakat, dan hanya komunitas dan kelompok tertentu saja yang mengetahui kegiatan Pahawang Ecotourism Festival tersebut.

“Nggak tahu saya kalau ada kegiatan Festival Pahawang yang diselenggarakan oleh Pemkab Pesawaran, soalnya kurang promosi,” ungkap salah seorang warga diwilayah pesisir Kabupaten Pesawaran, Senin (13/11)

Sementara Ari, salah seorang warga yang juga berdomisili diwilayah pesisir mengatakan, jika pemerintah kabupaten hanya melakukan promosi melalui media sosial, maka tidak semua masyarakat dapat mengetahui.

“Memang semua masyarakat bisa menggunakan sosmed (media sosial,red)?, kan ada masyarakat yang tidak bisa menggunakan sosmed. Seharusnya Pemkab Pesawaran melalui dinas terkait melakukan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat di pesawaran. Tidak hanya dilakukan (informasi,red) di Pulau Pahawang saja, walaupun nantinya akan berlangsung di Pulau Pahawang,” ujarnya.

Sementara, Ketua Komisi II DPRD Pesawaran, Sucipto menyoroti kurangnya promosi yang dilakukan dalam kegiatan Pahawang Ecotourism Festival . Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan event besar.

“Adanya keluhan dari masyarkat yang banyak belum mengetahui adanya kegiatan Festival Pahawang tersebut kita akan memberikan teguran kepada Dinas Pariwisata. Seharusnya, seluruh masyarakat di Pesawaran mengetahui kegiatan tersebut,” ujar Sucipto.

Dilain pihak, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Pesawaran Sri Nugraeni menjelaskan, anggaran yang tersedia untuk promosi kegiatan Festival pahawang hanya sebesar Rp. 8 Juta.

“Kita hanya ada anggaran 8 juta yang dipergunakan untuk membuat banner besar yang sudah dipasang di Bandar Lampung, Gedongtataan dan daerah pesisir. Saya juga sudah mempromosikan melalui media sosial, dan selebihnya (promosi) oleh Kominfo,” singkatnya. (Acp)

Leave A Reply

Copyright © 2017. Radar Lamsel