Fogging, Berantas Penularan DBD

231
David Zulkarnain – Petugas UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi melakukan fogging pada salas satu rumah warga di Desa Sumbersari, Jumat (24/2).

SRAGI – Kembali ditemukannya kasus Demam Berdarah Denggue (DBD) di wilayah Kecamatan Sragi, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi kembali melakukan fogging, sebagai upaya pencegahan penularan DBD, Jumat (22/2).

          Diketahui sepanjang Februari UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi menemukan enam kasus DBD.  Jumlah tersebut meningkat dibandingkan pada Januari lalu yang hanya ditemukan lima kasus DBD.

          Kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sragi, Sumari Sasmito mengatakan, pengasapan (fogging) dilakukan dilokasi yang ditemukan kasus DBD yang baru ditemukan.  “Pengasapan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penularan DBD. Dimana pada Februari ini kembali ditemukan enam kasus di wilayah Kecamatan Sragi,” ujar Sumari kepada Radar Lamsel.

          Sumari menerangkan, pihaknnya melakukan pemberantasan sarang nyamuk aedes aegypti  di Desa Sumbersari karena di desa tersebut telah terindikasi ditemukan jentik nyamuk pembawa wabah DBD itu, memalui penyelidikan epidemologi (PE).

BACA :  Kuala Sekampung Siapkan Rp 18 Juta untuk Covid 19

          “Dari PE yang telah dilakukan di Desa Sumberagung, Bandaragung, Kedaung, dan Desa Sumbersari. Yang terindikasi terdapat jentik nyamuk DBD hanya di Desa Sumbersari. Fogging dilakukan di Dusun Sumbersari I dengan radius 100 meter persegi termasuk lingkungan SDN Sumbersari,” terang Sumari.

BACA :  Dua Kerbau Raib Ditengah Pandemi

          Lebih lanjut, Sumari menjelaskan, demi menekan jumlah kasus DBD diwilayah Sragi diharapkan masyarakat dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan penerapan 3M Plus (Menguras, Menutup dan Mengubur).

          “Foging hanya bersifat untuk membunuh nyamuk dewasa. Untuk menekan penularan DBD maka kami mengharapkan masyarkat dapat melakukan PSN 3M Plus, membersihkan sampah yang ada dilingkungan rumah yang dapat menjadi sarang nyamu aedes aegypti,” harapnya. (vid)