Gadis Cantik Diduga Jadi Korban Malpraktik

1662
Ist for Radar Lamsel – Berikut foto-foto luka disekujur tubuh gadis yang diduga menjadi korban malpraktik klinik khoiriah.

KATIBUNG – Berawal dari penanganan medis yang diterimanya di Klink Khoiriah 28 April lalu. Mega Purnama Citra (20) hingga kini terbujur lemah dikediamannya, di Dusun Ogan Jaya, Desa Neglasari Kecamatan Katibung.

Anak kandung Amirujim itu semula dilarikan ke klinik khoiriah lantaran sakit tyfus. Sesampainya di klinik tersebut, korban langsung ditangani petugas klinik dengan memasang saluran infus dilengan kanan.

Di hari keempat rawat inap diklinik tersebut, saluran infus dipindah ke lengan kiri korban. Bermula dari pemindahan infus tersebut korban mulai merasakan sakit. Empat hari dirawat disana keluarga korban memutuskan pulang kerumah.

Namun sakit dilengan kiri korban berbuntut petaka. Bukan sembuh yang didapat melainkan bintik-bintik merah mulai muncul dari bekas suntikan infus dilengan kirinya. Makin lama bintik merah itu berubah bak luka bakar yang muncul di lengan dan kaki bagian paha korban.

Nita (30) kakak kandung korban menjelaskan, adiknya sempat dikembalikan ke klinik khoiriah namun klinik hanya menyarankan agar korban segera di kompres saja. Tak puas, akhirnya keluarga merujuk korban ke RSUD Abdoel Moeloek.

Bermalam-malam di RSUD plat merah tersebut tak menunjukan tanda-tanda kesembuhan. Nita mngungkap perawatan di RSUD kebanggaan masyarakat Lampung itu jauh dari harapannya, sebab disana hanya ditangani dengan memberi obat dan mengganti infus, tak lebih.

“ Sakit apa? Kenapa? Nggak dikasih tahu disana selama bermalam-malam. Akhirnya kami sekeluarga memutuskan pindah dong, untuk apa disana (RSUD Abdoel Moeloek ‘red) kalau tak ada perubahan. Kami pindahkan ke RS. Imanuel,” kata Nita kepada Radar Lamsel, Senin (24/6).

Baru rumah sakit swasta itulah keluarga mendapat kejelasan bahwa penyakit Mega Purnama Citra dipicu oleh infeksi kulit di lengan kiri korban.

“ Di Immanuel kami diberitahu oleh petugas medis disana kalau adik kami ini kena infeksi dari jarum yang disuntikan ke lengan kirinya. Sampai muncul bintik merah hingga berujung bak kulit yang terbakar,” ungkap Nita.

Hingga kini gadis cantik karyawan disebuah bank dibilangan Kalianda itu masih terbujur lemah dirumahnya. Sepulangnya dari RS. Immanuel, Mega masih dalam masa pemulihan pasca dua bulan diambang ketidakpastian penanganan medis.

Amirujim ayah korban mengaku kecewa atas apa yang menimpa buah hatinya itu. Pria paruh baya ini meyakini pemicu anaknya hingga seperti ini tak lain karena infeksi yang disinyalir bermula dari pemasangan infus dilengan kiri korban, saat perawatan pertama.

“ Kami nggak mau menuduh, karena memang setelah dirawat disana (klink khoiriah) anak kami menderita seperti sekarang ini. Kami sudah coba komunikasi dengan pihak klinik, tapi belum ada itikad baik,” ucap Amirujim.

Mirisnya, selama Mega pulang usai menerima perawatan intensif dari RS pihak klinik tak pernah sekalipun menyambangi korban. Tiga kali upaya mediasi serta ajakan untuk berunding secara kekeluargaan tak pernah dipenuhi oleh pemilik klinik Siti Rahma dan Dermawan, suaminya.

“ Sebelum ini janjinya mau bertanggungjawab. Tetapi sampai sekarang tidak ada kabar lagi, bahkan sekedar menjenguk ke rumah saja tidak pernah. Kami sebagai rakyat kecil tidak tahu mesti bagaimana atas persoalan ini. Kades juga sudah meminta pihak klinik untuk bertanggungjawab namun hasilnya nihil,” terang Amirujim.

Masih kata Amirujim, keluarga korban dugaan malpraktik tersebut berharap ada penyelesaian dari apa yang dialami anak kandungnya itu. Sebab dua bulan sakit karena infeksi yang dipicu pemasangan infus bukan perkara biasa bagi orang miskin seperti dirinya. (ver)