Gas Melon Rp 23 – 25 Ribu, Pertamina Klaim Aman

32
ILUSTRASI

KALIANDA – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, mengklaim tidak ada kelangkaan gas elpiji bersubsidi tiga kilogram diwilayah kerjanya. Pihaknya bersama unsur terkait mengaku, telah melakukan ispeksi mendadak (sidak) hingga ke tingkat pedagang eceran di wilayah Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (28/7) lalu.

Hal ini berdasarkan pers rilis yang disampaikan Region Manager Communication, Relations & CSR Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Rifky Rakhman Yusuf saat dikonfirmasi Radar Lamsel, via pesan whatshapp, Rabu (29/7).

Sayangnya, yang bersangkutan enggan menjawab pertanyaan yang dilontarkan dalam rilis terkait hasil sidak jajarannya di lapangan. Sebab, rilis yang disampaikan kepada awak media ini tidak merinci jumlah dan pasokan gas ke wilayah Bumi Khagom Mufakat ini. Bahkan, bisa dikatakan berbanding terbalik dengan kenyataannya di lapangan khususnya mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 18.000,- per tabung.

Skeptisisme muncul usai data hasil sidak yang dilakukan tim yang turun ke lapangan dan yang dilaporkan kepada unsur pimpinan PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel. Karena pada kenyataannya, masyarakat masih kesulitan memperoleh gas melon dan HET nya mencapai Rp23.000 – Rp25.000 per tabung.

BACA :  Awas! Malaria Mulai Menyerang

Dalam rilis yang disampaikan kepada Radar Lamsel, PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) rutin terhadap sejumlah Pangkalan LPG Bersubsidi 3 Kg, warung pengecer dan masyarakat sekitar, untuk memastikan kehandalan penyaluran LPG Subsidi 3 Kg dan Bright Gas menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H,  di Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, Selasa (28/7).

Region Manager Communication, Relations & CSR Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Rifky Rakhman Yusuf, mengungkapkan bahwa sidak rutin ini dilakukan oleh Tim Pertamina Sales Area Lampung yang diwakili oleh Sales Branch Manager (SBM) I Lampung  berkolaborasi dengan Dinas Perdagangan Pemerintah Daerah (Pemda) Lampung Selatan, perwakilan Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) DPC Lampung, dan Koordinator Wilayah (Korwil) Agen LPG 3 Kg wilayah Lampung Selatan.

“Kami bersama-sama mengecek ketersediaan stok LPG Subsidi 3 Kg dan Bright Gas di pangkalan, pengecekan Harga Eceran Tertinggi (HET) di level pangkalan, dan melakukan pengecekan penjualan LPG Subsidi 3 Kg dan Bright Gas di level pengecer atau warung dan juga di masyarakat langsung,” terang Rifky.

Hasilnya, diperoleh bahwa stok LPG di pangkalan relatif aman karena masih tersedia stok LPG Subsidi 3 Kg yang siap untuk dijual, sedangkan untuk HET sudah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Gubernur Lampung Nomor G/869/B.IV/HK/2019, yaitu Rp 18.000,-Demikian pula di tingkat pengecer, serta warung LPG masih tersedia, bagi  masyarakat.

BACA :  Staklim Predikisi Ancaman Kemarau Panjang

“Sebagai langkah antisipasi, Pertamina telah menambah pasokan LPG Subsidi 3 Kg ke seluruh Kabupaten/ Kota di Provinsi Lampung dengan rata-rata tambahannya sebesar 12% dari konsumsi normal harian”, tambah Rifky.

Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1441 H, Pertamina melakukan antisipasi khusus agar stok LPG Subsidi 3 Kg dan Bright Gas tetap terjaga, sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktivitas menyambut Hari Raya Idul Adha 1441 H.

Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 104 Tahun 2007 tentang Penyediaan, Pendistribusian, dan Penetapan Harga Liquefied Petroleum Gas Tabung 3 Kilogram, bahwa LPG 3 Kg Bersubsidi peruntukannya hanya bagi masyarakat miskin dan usaha mikro. “Untuk usaha kecil, menengah, dan atas, serta bagi masyarakat mampu dapat menggunakan LPG Non Subsidi yang saat ini telah tersedia dalam berbagai kemasan Bright Gas, yaitu kemasan 12 Kg, 5,5 Kg, 3 Kg dan Can (220 gr)”, tutup Rifky. (idh/rls)