Gelar Carnaval Budaya, Jaga Persatuan dan Kesatuan

133

Semangat Sumpah Pemuda di SMA Negeri 1 Ketapang

KETAPANG – Semangat memperingati hari Sumpah Pemuda menggema di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Ketapang, Senin (28/10).

Prosesi peringatan hari besar Nasional itu dimulai dengan menggelar upacara bendera dihalaman sekolah kebanggaan masyarakat Kecamatan Ketapang yang dipimpin langsung Kepala SMA Negeri 1 Ketapang Drs. Khoiruddin, M.M.

Ada yang menarik dalam rangkaian peringatan hari Sumpah Pemuda di SMA Negeri 1 Ketapang. Para pelajar menggunakan atribut profesi yang mereka sukai. Mulai dari TNI-Polri, guru, petugas kesehatan, Scurity hingga petani dan nelayan. Selain itu, para siswa-siswi juga menggunakan pakaian adat yang ada di Indonesia.

BACA :  Musrenbangdes Sumur, Sektor Pembangunan Infrastruktur Masih Mendominasi

Usai menggelar upacara bendera memperingari hari Sumpah Pemuda, seluruh pelajar dan dewan guru SMA Negeri 1 Ketapang melaksanakan pawai atau carnaval dari SMA Negeri 1 Ketapang menuju lapangan kantor Kecamatan Ketapang. Carnaval menggunakan pakaian profesi dan busana adat yang ada di Indonesia itu dilepas langsung Kepala SMA Negeri 1 Ketapang di pintu gerbang sekolah.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Ketapang Drs. Khoiruddin, M.M, peringatan hari Sumpah Pemuda yang diperingati setiap 28 Oktober itu wajib dilaksanakan untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mempersatukan bangsa Indonesia dari beragam suku dan adat istiadat yang ada di Indonesia. Selain itu, lanjutnya, momentum peringatan hari Sumpah Pemuda untuk menanamkan jiwa nasionalis kepada anak-anak generasi muda saat ini.

BACA :  Nanang Beri Bantuan Warga Terdampak Covid-19

“Momentum peringatan hari Sumpah Pemuda ini kami berharap anak-anak peserta didik sebagai generasi penerus bangsa terus mempertahankan hakikat Sumpah Pemuda untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan,” kata Khoiruddin.

“Jadi tidak ada lagi membeda-bedakan antara satu dan lainnya. Apapun profesi, suku dan adat istiadat tetap satu. Seperti isi Sumpah Pemuda, yakni bertanah air satu, berbangsa satu dan berbahasa satu yaitu Indonesia. Terus menjaga nilai-nilai persatuan dan kesatuan bang Indonesia,” pungkasnya. (man)