Gertak Berhasil Tekan DBD

42
ILUSTRASI

NATAR – Puskesmas Branti Raya terus bergerak dan berinovasi untuk mencegah serta mengantisipasi serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), khususnya di lima desa binaan Puskesmas tersebut dengan mencanangkan Gerakan serentak (Gertak) penanggulangan kasus DBD. Alhasil DBD di wilayah endemis itu bisa dikendalikan.

Kepala UPT Puskesmas Branti Raya dr. Putra Kurniawan mengatakan Gertak penanggulangan DBD memang sangat terlihat ketimbang tahun sebelumnya yang belum menerapkan program tersebut. “Tahun lalu memang kasus sangat tinggi mencapai 90an kasus, tahun ini turun menjadi 50 kasus itupun bisa diatasi semua,” ungkapnya.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Pria yang karib disapa dr. Iwan ini menambahkan, Gertak sendiri merupakan inovasi dari pihaknya bersama tim di Puskesmas Branti Raya untuk mengurangi bahkan meghilangkan penyakit DBD di wilayah binaannya. “Target kami dengan Gertak ini tidak ada lagi yang terjangkit DBD, khususnya di Desa Branti, Candimas, Haduyang, Banjarnegeri, Rulung Helok dan Mandah,” paparnya.

 

 

Dia mengatakan kasus DBD yang selalu terjadi diwilayah binaannya biasanya terjadi karena banyaknya usaha rongsok di daerah tersebut. “Memang kami identifikasi yang banyak terkena DBD itu dilingkungan usaha rongsok,” ungkapnya.

BACA :  Kewaspadaan Memudar, Sosialisasi Dikencangkan!

Disampaikannya, meskipun demikian dari 59 kasus DBD itu semuanya sudah dinyatakan sembuh dan pulih. “Alhamdulillah sudah sembuh dan tidak ada yang meninggal dunia,” tuturnya.

Ia menambahkan, pencangan Gertak ini diharapkan bisa konsisten agar manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat. “Semoga program ini bisa konsisten,” pungkasnya. (Kms)