Grafik DBD Diprediksi Menurun April

122

KALIANDA – Penyakit demam berdarah dengue (DBD) rupanya masih mewabah. Namun ada kabar baik. Seiring waktu progres kasus ini perlahan menurun di periode Maret ini. Bahkan Puskesmas Kalianda, dan Puskesmas Way Urang memprediksi bulan April mendatang kasus ini akan menurun lagi. Prediksi yang dikeluarkan dua instansi kesehatan ini bukan tanpa alasan.

Masyarakat dinilai telah sadar akan bahaya nyamuk aedes aegypti. Hal ini membuat masyarakat melakukan langkah-langkah kebersihan di lingkungannya. Data yang dihimpun Radar Lamsel, Puskesmas Way Urang mencatat ada 6 kasus DBD per Maret ini. Jumlah ini jauh berkurang jika dibandingkan pada bulan Februari dengan 26 kasus, dan Januari dengan 8 kasus.

BACA :  Pemkab Lamsel Berdayakan UMKM Produksi 150 Ribu Masker Kain

Kepala Puskesmas Way Urang, Saiful Anwar, S.Km memprediksi kasus DBD di wilayahnya bakal turun. Penurunan kasus ini ditengarai pergeseran musim, dari musim hujan ke musim kemarau. Meski belum dilakukan menyeluruh, Saiful mengatakan ada beberapa pergerakan masyarakat dengan menerapkan 3M plus yang menjadi senjata andalan untuk menumpas jentik nyamuk aedes aegypti.

“Sebetulnya kalau 3M plus belum maksimal. Tapi sudah lumayan ningkat untuk kebersihannya, terutama di rumah masing-masing,” katanya kepada Radar Lamsel, Selasa (31/3/2020).

Di sisi lain, Kepala Puskesmas Kalianda, Bambang Priyanto, S.Km mengatakan pihaknya mencatat ada 17 kasus DBD yang terjadi pada Maret ini. Jumlah ini sama dengan kasus DBD pada Februari lalu dengan 17 kasus. Sedangkan pada Januari tercatat ada 4 kasus. Jika ditotal, maka jumlah kasus DBD yang ditangani Puskesmas Kalianda sebanyak 38 kasus. Sementara Puskesmas Way Urang sebanyak 40 kasus.

BACA :  Komisi II dan WALHI Sorot Reklamasi Illegal

Sama halnya dengan Saiful, Bambang juga optimistis kasus DBD di wilayahnya bakal berkurang pada April mendatang. Prediksi ini muncul karena masyarakat sudah bisa melihat peluang di mana tempat jentik-jentik nyamuk aedes aegypti di lingkungannya. Demikian pula dengan barang-barang tidak berguna yang menjadi tempat favorit nyamuk selama bertelur.

“Mudah-mudahan bulan ini terakhir. Prediksi kita tidak muluk-muluk, cukup lakukan saja gerakan bersih-bersih. Insyaallah kasusnya akan menurun dengan perlahan,” katanya. (rnd)