Gropyokan Hasilkan Tangkapan 1.700 Hama Tikus

55

PENENGAHAN – Kelompok tani di Kecamatan Penengahan melaksanakan gropyokan tikus di lahan pertanian mereka. Bersama POPT kecamatan setempat, kelompok tani menyisiri lahan sawah yang dekat dengan area perkebunan untuk menemukan jejak-jejak serta lubang aktif tikus.

Langkah pengendalian ini dilakukan kelompok tani sebagai bentuk antisipasi sedini mungkin. Petani memprediksi hama yang bakal muncul di musim gadu adalah hama tikus. Sebab, siklus tikus biasanya menghampirinya lahan pertanian periode Juni hingga Agustus.

“Gropyokan ini sama saja dengan berburu tikus di lahan persawahan,” kata Jamhuri, salah satu anggota Poktan di Desa Kuripan, Kecamatan Penengahan, Minggu 21/6/2020).

Saat ini musim gadu di Kecamatan Penengahan sudah mulai. Bahkan di beberapa tempat sudah penanaman dengan kisaran umur tanaman 5 sampai 15 hari. Dalam usia itu, tanaman padi sangat rentan diserang hama tikus. Terlebih populasi hewan ini kian banyak ketika musim gadu.

BACA :  Semua Dusun Target Pembangunan Pemdes Banjarmasin

“Jadi kami antisipasi dengan gropyokan. Kelompok tani di sini sepakat supaya cara ini berhasil menghabisi tikus-tikus perusak,” kata M. Udin, salah satu anggota Poktan Desa Ruang Tengah.

POPT Kecamatan Penengahan, Syafruddin, mengatakan sejauh ini baru petani dari lima desa yang melaksanakan gropyokan. Yaitu Desa Kuripan, Ruang Tengah, Taman Baru, Penengahan, dan Tanjung Heran. Selama tiga hari gropyokan, POPT dan petani berhasil menangkap sekitar 1.700 ekor tikus di lahan seluas 50 hektar.

BACA :  Pemdes Banjarmasin Sukses Bangun Infrastruktur Tahun 2020

“Ada 500 petani yang dilibatkan dalam kegiatan ini. Dan rencananya kami laksanakan gropyokan dengan jadwal yang sudah disusun,” katanya.

Lebih jauh, Syafruddin melanjutkan jadwal gropyokan bakal dilaksanakan setiap hari. Dengan target per harinya di lahan seluas 20 hektar. Menurutnya, tidak semua lahan pertanian di Kecamatan Penengahan dikendalikan. Sebab, pihaknya sudah melakukan pemetaan sebelum gropyokan ini dimulai.

“Tapi lahan yang berpotensi terjadinya peningkatan populasi tikus. Itu prioritas yang kita kendalikan. Misalnya lokasi dengan daratan, jalur irigasi, atau dekat rumah makan,” katanya. (rnd)