Gunung Langgar Bakal Destinasi Wisata Baru

87
Rifky - Kades Sabahbalau Pujianto serta warga saat meninjau gunung langgar, Kamis (23/1).

TANJUNG BINTANG–  Lahan seluas lima hektar, meliputi gunung langgar di Desa Sabahbalau Kecamatan Tanjung Bintang akan dikelola menjadi destinasi wisata baru.

Sayangnya, akses jalan menuju gunung langgar itu masih berupa jalan setapak. Pemilik lahan gunung itu, masih dalam anggota keluarga besar yang berjumlah 14 orang. Lahan yang akan dikelola itu memiliki luas sekitar lima hektar.

Kades Sabahbalau Pujianto mengatakan, dipuncak gunung itu terdapat goa dan lori peninggalan belanda, gunung itu terdapat pohon buah seperti manggis dan durian bahkan masih banyak terdapat hewan liar seperti kera dan babi.

“Tahun ini harus selesai kita garap. Rencananya pintu masuk akan dibuat gapura. Nanti diatas akan dibuatkan gazebo, kolam renang, taman bunga dan wisata kuliner. Sedangkan dibawah nanti kita buat kolam pemancingan,” ungkapnya kepada Radar Lamsel, Kamis (23/1).

BACA :  BPS Bidik 55.500 KK

Sambungnya, dia juga mengatakan bahwa akses menuju gunung itu rencananya agan dibangun rabat beton. Dia berharap dengan adanya wisata itu perekonomian masyarakat Desa Sabahbalau menjadi lebih baik.

“Itu mungkin nanti rencananya kita rabat beton. Harapannya wisata ini bisa menjadi peluang untuk masyarakat. Kita punya potensi dan itu harus benar-benar kita manfaatkan,” kata dia.

Salahsatu pemilik lahan di gunung langgar Ahyarudin mengatakan bahwa selama ini lahan miliknya itu kurang dimanfaatkan. Mendengar adanya rencana gunung langgar akan dikelola menjadi wisata dirinya sangat menyetujui.

BACA :  Sukanegara Bidik Juara Lomba Desa

“Lahan kita juga diatas kurang dimanfaatkan mas, ya kalau emang mau dikelola menjadi wisata ya saya sangat setuju. Intinya bagi kami bisa menghasilkan,” ujarnya kepada Rasar Lamsel, Kamis (23/1).

Disisi lain salahsatu warga Desa Sabahbalau yang masih termasuk keluarga besar pemilik lahan Sigit mengatakan bahwa rencana pengelolaan itu sudah ada sejak lama. Sementara ini, masih menunggu persetujuan seluruh pemilik lahan.

“Kalau rencana untuk dikelola udah lama mas, mungkin hari senin atau selasa pemilik lahan kita kumpulkan semua, kita buatkan surat perjanjian nanti bagi hasilnya bagaimana. Setelah sepakat semua nanti kita bentuk Pokdarwis nya,” paparnya.(CW1)

BAGIKAN