Hanura Lamsel Meradang!

1193

KALIANDA – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Kabupaten Lampung Selatan meradang. Penyebabnya, Hanura dicatut sebagai pihak yang ikut-ikutan melaporkan dugaan ijazah Wakil Bupati terpilih Nanang Ermanto.
Wakil Ketua DPC Partai Hanura Lamsel Sugiharti, S.E membantah hal itu. Ia meyakinkan bahwa Hanura adalah pihak yang paling legowo dengan hasil pilkada Lamsel 9 Desember 2015 lalu. “Terus terang saya juga kaget. Kok bisa dicatut seperti itu,” kata Sugiharti kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, kemarin.
Sugiharti mengaku telah mengkonfirmasi kepada pengurus Hanura Lampung Selatan. Dalam hal ini Ketua DPC Hanura Budi Susanto dan Sekretaris Kusnan. Hasil konfirmasi itu, Budi dan Kusnan mengaku tidak pernah membuat laporan apapun. Apalagi yang berkaitan dengan dugaan ijazah palsu.
“Ya, itu tadi. Ada dua opsi yang bisa saya simpulkan. Pertama adalah pencatutan. Yang kedua adalah ada oknum Hanura yang mengatasnamakan Hanura,” ungkap anggota DPRD Lampung Selatan ini.
Terhadap hal itu, Sugiharti mengaku akan secepatkan mengklarifikasi hal tersebut. “Ini perlu diluruskan. Kami akan klarifikasi mengenai hal ini. Pada dasarnya kami legawa dengan hasil pilkada Lamsel,” ungkap dia.
Diketahui, DPC Hanura disebut-sebut sebagai salah satu pihak yang ikut melaporkan dugaan ijazah yang melibatkan Wabup Lamsel terpilih Nanang Ermanto.
Mantan Wakil Bupati Lamsel H. Eki Setyanto, S.E yang mengungkapkan hal itu kepada Radar Lamsel melalui sambungan telepon, Minggu (14/2) malam.
Ketua DPC Partai Demokrat Lamsel itu membenarkan bahwa yang melakukan pelaporan terhadap dugaan ijazah palsu Nanang Ermanto adalah dirinya beserta tim lainnya. “Bukan hanya saya ya. Tetapi tim koalisi pengusung waktu pilkada lalu (Demokrat – Hanura),” kata Eki kepada Radar Lamsel.
Eki juga tak mempersoalkan jika ada pihak-pihak yang ingin melakukan gugatan atau laporan balik atas tuduhan pencemaran nama baik atas laporannya. Dia mengaku siap dengan segala konsekuensinya. “Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Biar aparat saja yang membuktikan benar atau salahnya,” ungkap dia.
Dia mengatakan, pihaknya tak mempersoalkan hasil pilkada Lamsel. Dia tetap menaruh harapan, kepemimpinan kedepan dapat membawa Lamsel jauh lebih baik. “Ada yang bilang ini dikait-kaitkan dengan politik. Lho wong memang ini politik,” ungkap Eki.
Sebenarnya, sambung Eki, pihak yang akan melaporkan dugaan ijazah palsu Nanang Ermanto itu adalah kalangan LSM. Namun, karena ini kaitannya dengan politik, aparat kepolisian menolak untuk menerima laporan itu. “Jadi, yang melapor akhirnya partai pengusung calon pada saat pilkada lalu,” tutup Eki. (edw)