Hanya Screening tak Mampu Diagnosa Corona

23
Ist – Ketua IDI Lamsel dr. Wahyu Wibisana menyerahkan 25 liter galon disinfektan, 1 jeriken handsantizer dan 100 pcs sanitizer kemasan ke Puskesmas Sidomulyo, Kamis (26/3).

KALIANDA – Publik Lampung, sebagai pintu gerbang Pulau Sumatera wajib mawas diri menyikapi penyebaran covid-19 yang menjalar dari zona merah di tanah air.

Sebab, kemampuan daerah, hanya sekedar men-screening covid-19. Sedangkan untuk mendiagnosa virus tersebut Lampung harus mengirim spesimennya ke Jakarta, atas dalih apapun begitulah faktanya.

Dengan kata lain jika Orang Dalam Pantauan (ODP) atau Pasien Dalam Pantauan (PDP) yang ingin mengetahui dirinya positif atau negatif covid-19 maka test Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan metode swab tenggorokan bakal dikirim ke Daerah Khusus Istimewa Jakarta terlebih dahulu. Disanalah kota terdekat dari Lampung yang memiliki kemampuan untuk mendiagnosa covid-19.

Wajar jika Rumah Sakit di provinsi ini tampak sukar dipintai keterangan ihwal perkembangan covid-19. Bisa dipastikan kehati-hatian informasi ditengarai ketidakmampuan tersebut ditambah dengan begitu protokolernya penanganan kasus ini.

Kepada Radar Lamsel, beberapa dokter yang bertugas di Puskesmas di Lampung Selatan pun mengamini ketidakmampuan mendiagnosa covid-19. Keterangan para dokter itupun tampak kontras dengan apa yang dipublikasikan pemerintah.

BACA :  Truk Terbakar di Jalinsum Desa Kuripan

“ Kita nggak punya alatnya, bagaimana bisa kita tahu itu positif atau negatif. Maka ketika kami para dokter menangani orang dengan gejala mengarah covid-19 kami langsung menyarankan ke RSUD Bob Bazar, begitu saja tak lebih. Kadang yang dimata kami harusnya pasien itu PDP pas sampai di RS statusnya malah jadi ODP,” ujar sumber media ini.

Penasaran. Radar mencoba mengontek Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lampung Selatan dr. Wahyu Wibisana yang belakangan sedang masif mengedukasi warga desa dengan membagi-bagi disinfektan dan membentuk gugus penanganan covid-19 di desa-desa.

Dokter yang hobi bermotor ini tak menampik bahwa Lampung memang hanya bisa men-screening, tetapi tidak bisa mendiagnosa virus tersebut.

BACA :  Hipni Bidik PAN juga Demokrat

“Pemeriksaan PCR dengan metode pengambilan spesimen SWAB Tenggorokan hanya bisa di Jakarta, di Lampung nggak. Rapid test hanya sekedar screening bukan untuk diagnosa,” jelas dokter Wahyu usai menyerahkan  100 pcs handsanitizer ke Puskesmas Sidomulyo.

Fakta-fakta diatas wajib menjadi bahan pertimbangan warga Lampung untuk sadar dan membatasi pergerakan diluar rumah. Bukan untuk menakut-nakuti, PDP di Lampung per 26 Maret 2020 dikabarkan sudah 18 pasien tiga diantaranya dinyatakan negatif. Tidaklah salah Lampung bersiap menghadapi lonjakan kasus covid-19 yang per 26 Maret 2020 pasien positif covid-19 berjumlah 3 orang.

Lampung Selatan yang begitu longgar pengawasan pintu keluar masuk kabupaten ini, mendadak ketat setelah disidak oleh pemimpin di Bumi Khagom Mufakat. PDP di RSUD dr. Bob Bazar sendiri per 26 Maret 2020 dipaparkan Gugus Covid-19 Provinsi Lampung mencapai 2 pasien. (ver)