Harga Anjlok, Petani Kurangi Lahan Tanaman

302
Randi Pratama – Petani sedang memilah cabai keriting merah.

PENENGAHAN – Harga cabai keriting di tingkat petani kian tergerus. Saat ini, harga di tingkat petani berkisar diangka Rp10 – Rp12 ribu. Nominal ini mengalami pengurangan sebesar Rp3 ribu, karena pada Desember lalu harga cabai keriting merah di tingkat petani berkisar diangka Rp15 ribu – Rp17 ribu.

Sejumlah petani cabai keriting merah di Kecamatan Penengahan telah mengatur skema penanaman. Pada musim tanam kali ini, petani cabai mengurangi luas lahan yang akan ditanam. Cara ini sengaja dilakukan untuk mengurangi biaya operasional yang tinggi di tengah anjloknya harga jual cabai di tingkat petani.

“Harganya lagi masuk angin, makanya lahannya dikurangi. Kenapa, ya karena kami kekurangan modal,” ujar petani cabai keriting merah asal Desa Sukabaru, Yakub (40) kepada Radar Lamsel, Minggu (13/1) kemarin.

BACA :  Pemerintah Kecamatan Penengahan Pasang Bilik Disinfektan

Yakub mengaku sengaja mengurangi lahan yang dipakai pada musim tanam kali ini. Jika musim tanam sebelumnya ia memakai lahan seluas 3,5 hektar, kali ini hanya ¾ hektar saja. Menurut dia, pengurangan lahan dilakukan untuk menekan biaya operasional yang cukup tinggi.

“Memang (pengurangannya) lahannya drastis. Tapi saya menyesuaikan dengan biaya operasional yang saya pegang. Musim ini pun saya tanam dengan kekuatan yang ada dan modal yang tersisa,” katanya.

Sementara itu, petani cabai keriting merah Desa Ruangtengah, Syafruddin, lebih memilih menanam melon pada musim tanam kali ini. Dia sengaja memilih melon karena lebih memiliki nilai jual dari pada cabai keriting merah.

BACA :  Pemerintah Kecamatan Penengahan Pasang Bilik Disinfektan

“Rencana ke melon saja, karena harga cabai sudah tidak sesuai. Harga panenan sekarang ini Rp10 – Rp12 ribu, kalau dilanjut bakal merugi,” katanya.

Syafruddin mengatakan harga cabai keriting merah yang anjlok akan sulit melonjak kembali. Sebab, kata dia, harga murah menunjukkan indikasi bahwa pemerintah telah berhasil menangani harga bahan pokok yang kerap menjadi problem.

“Justru kalau harga mahal di tingkat bawah, semuanya bakal rusuh. Sebaliknya, kalau harga murah itu keberhasilannya pemerintah. Tapi akan lebih baik lagi jika pemerintah menetapkan harga standar untuk komoditi bawang dan cabai,” katanya. (rnd)