Harga Anjlok, Petani Terong ‘amsyong’

51
Ilustrasi

NATAR – Harga terong terus anjlok. Ini memicu sejumlah petani enggan menjual hasil panennya, beberapa bahkan membagi-bagikan hasil panen kepada kerabat dan tetangga.

Pantauan Radar Lamsel di Pasar Natar harga terong hanya Rp 3.000 perkilogramnya sehingga kebanyakan petani enggan menjual hasil taninya.

Salah seorang petani di Desa Negara Ratu Sumiadi(57) mengaku, dirinya sempat terkejut dengan harga terong di pasaran saat ini. Pasalnya sebelum menanam tiga bulan lalu harga terong masih Rp 8 hingga Rp 10 ribu. “Harga kami jual ke penampung terong paling Rp 1.000 atau Rp 2.000 perkilogramnya, sangat tidak wajar dengan tenaga dan waktu yang sudah dikeluarkan dan dikorbankan,” katanya kepada Radar Lamsel, Rabu (23/9).

BACA :  Lamsel Masuk Kawasan Kluster Budidaya Udang

Disampaikannya, kebanyakan petani terong disekitarnya juga enggan menjual hasil tanam tersebut dan lebih memilih dibagi-bagikan. “Tadi malah ada yang menawarkan terong gratis dari dusun umbul warno(Kecamatan Jati Agung’red), ya disana mungkin murah juga,” tuturnya.

BACA :  Pemprov Ajukan Pergub Pendanaan Sekolah

Dia mengaku tidak mengetahui jika harga terong bisa jatuh seperti saat ini, sebab perubahan harga hanya dalam hitungan minggu. “Dua minggu lalu harganya masih normal, tetapi kan terongnya belum siap panen,” jelasnya.(kms)