Harga Anjlok Peternak Ayam Menjerit

55
Kemas Yogi - Salah satu kandang ayam broiler di Desa Negara Ratu, Natar. Foto diambil kemarin (6/8).

NATAR – Harga ayam pedaging jenis broiler (BR) di tingkat peternak di Kecamatan Natar yang akhir Juli lalu sempat naik menembus angka Rp 24.000/kg hidup. Namun selama bulan Agustus ini malah terus menerus merosot, bahkan semakin terpuruk.

Rabu (22/7) harga ayam BR di kandang turun jadi Rp 21.000/kg hidup. Seminggu kemudian, Jumat (31/7) merosot ke angka Rp 16.500 sampai Rp 17.500/kg. Dan hari Kamis (6/8) ini peternak semakin gigit jari karena harga ayam BR hanya Rp 13.000 sampai Rp 14.000/kg hidup.

Sementara biaya pokok produksi (BPP)/BEP masih dikisaran Rp 18.500 sampai Rp 19.000/kg hidup. Peternak semakin merugi.

BACA :  Kewaspadaan Memudar, Sosialisasi Dikencangkan!

“Sudah dua hari ini harga BR di kandang turun ke angka Rp 13.000 sampai Rp 14.000/kg. Memasuki bulan Agustus ini harga BR turun terus,” ujar salah seorang peternak tradisional di Natar Arif (34) kepada Radar Lamsel, Kamis (6/8).

Anjloknya harga ayam BR ini kata dia tidak hanya terjadi di Natar tetapi merata secara nasional.

Menurut informasi dari Pinsar kata dia realisasi harga ayam BR Kamis (16/7) lalu di tingkat peternak di Sumatera variatif di tiap kabupaten antara Rp 13.000 – Rp 15.000/kg), Banten (Rp 15.000-Rp15.500/kg), Jateng ( Rp 13.000 – Rp 14.500/kg) dan Jatim (Rp 13.800-Rp 15.800/kg).

BACA :  JTTS Kelar, Sertifikat Belum Dikembalikan

Dengan tingkat ayam BR di kandang hanya Rp 13.000-Rp 14.000/kg tersebut sementara BPPnya di kisaran Rp 18.000 sampai Rp 19.500/kg. Tingkat kerugian rata-rata ditanggung petenak sekitar Rp 5.000 tiap kg-nya.

“Sudah bingung menghitungnya, kondisi harga BR semakin mengkhawatirkan. Pasca Idul Adha ini mungkin bisa menembus angka Rp 10.000 lagi seperti awal Covid kemarin,” katanya.

Merosotnya harga ayam BR terus menerus selama dua minggu terakhir menurut Arif karena sekarang terjadi banjir stok. Pasokan ayam ke pasar melimpah. (Kms)