Harga Kelapa Tembus Rp8 Ribu Perbutir

2156
Shofyan Apriyansyah – Petani kebun kelapa dalam warga Desa bangunan, Kecamatan palas, menunjukan hasil panen kelapanya yang sedikit, karena batang kelapa sudah tua dan tidak produktif lagi, Jumat (1/4).

PALAS – Harga kelapa meningkat tajam. Sejak tiga bulan terakhir, harga buah kelapa jenis kelapa dalam ini meningkat cukup tinggi. Dibeberapa pasar tradisional diwilayah Kecamatan Palas misalnya. Harga kelapa terus merangkak naik mulai Rp 3500 sampai Rp4000 per butir. Bahkan kini harga kelapa dalam menembus harga Rp 7 ribu sampai Rp8 ribu per butirnya.
Menurut sejumlah sejumlah pedagang di Pasar Desa Sukaraja, Pasar Desa Palas Pasemah dan Pasar Kalirejo, meningkatkan harga kelapa karena barang sulit didapat.
Banyak faktor membuat harga kelapa saat ini melambung tinggi. Seperti umur tanaman kelapa sudah tua sehingga hasil produksinya menurun. Tanaman kelapa yang sudah tua dan hasil yang menurun itu oleh petani di tebang untuk dijadikan kayu dan dijual ke panglong kayu bangunan.
Dedi (35), pedagang kelapa di pasar tradisioanal Desa Kalirejo mengatakan, dirinya terpaksa menaikan harga jual kelapa karena sulitnya mendapatkan barang dari para petani perkebunan kelapa.
“Sudah tiga bulan ini, petani buah kelapa langganan saya jarang mengirim barang. Karena stok buah kelapa sedikit dan pelanggan banyak yang membutuhkan saya terpaksa menaikan harga. Yang tadinya Rp 4000 kini naik menjadi Rp 7.000 perbutir,” kata Dedi, jumat (1/4).
Mahmud (30), pemilik kebun kelapa warga Desa Bangunan mengatakan, 500 batang kelapa miliknya sudah umur tua diatas 35 tahun. “Biasanya setiap bulan saya panen persatu batang kelapa sebanyak 25 butir kelapa. Karena umur kelapa sudah tua, kini hasilnya persatu batang kelapa hanya 10 butir saja,” kata Mahmud.
Menurunnya hasil buah kelapa, dirinya memutuskan sebagian batang kelapa miliknya ditebang untuk dijual kepada pengusaha panglong kayu bangunan. Dia berencana akan menanam kembali pohon kelapa menggantikan batang kelapa yang sudah ditebang tersebut.
“Ya terpaksa mas, jika tidak ditebangpun hasil buah kelapa yang sedikit tidak cukup untuk menutupi biaya hidup keluarga sehari-hari. Saya, juga berencana akan mananam kembali pohon kelapa yang sudah ditebang,” (CW2).

BACA :  Sensus Penduduk Online, BPS Targetkan 17,8 Persen di Lamsel
BAGIKAN