Harga Pisang Naik, Produksi Menurun

615

PALAS – Harga pisang ditingkat petani di Kecamatan Palas mengalami kenaikan. Namun hal tersebut tidak diimbangi dengan hasil produksi di musim kemarau saat ini.

Basid (45), salah satu petani pisang Desa Palas Aji mengakui meningkatnya harga pisang ditingkat petani terjadi sejak mamasuki musim kemarau. Peningkatan harganya terjadi dikisaran Rp 3.000 –  Rp 5.000 per tandan pisang.

“Tepatnya harga naik setelah Idul Fitri, rata-rata jenis pisang naik Rp 3.000 – Rp 5.000 pertandannya. Tapi sayang hasil panen saat musim kemarau seperti ini produksinya kurang bagus,” kata Basid kepada saat ditemui di kebunnya, Selasa (18/9) kemarin.

Basid menerangkan, selama memasuki musim kemarau tandan buah pisang cenderung lebih mengecil dan pohon pisang menjadi terhambat pertumbuhannya.

“Biasaya kalau musim hujan dalam satu tandan pisang janten bisa sampai belasan sisir tapi sekarang 10 sisir saja sudah bagus dan juga pohon pisangnya sulit bertunas,” paparnya.

Hal senada juga dirasakan oleh Toni (48) warga Desa Pematang Baru.  “Iya harga sekarang naik, semula pisang janten hanya Rp 8.000 pertandan sekarang Rp 12.000. Meski produksinya sedang turun, namun saya tetap bersukur karena masih bisa penen dan pohon pisang tidak terserang penyakit,” ucapnya.

Agar produksi pisang kembali meningkat, Toni berharap musim hujan segera turun. “Kalau kebun pisang air hanya mengandalkan hujan. Harapan saya hujan segera turun agara produksi pisang bisa kembali bagus,” harapnya. (Cw1)