Harga Sayuran Lokal Anjlok

974
Ilustrasi

SIDOMULYO –Sayu mayur yang dijual pedagang Pasar Sidomulyo, Kecamatan Sidomulyo mengalami kenaikan harga sejak beberapa hari terakhir. Namun tidak bagi sayuran hasil petani lokal. Sebaliknya, harga sayuran lokal justru turun dibandingkan sayuran yang didatangkan dari luar daerah.
Mak ijah (50) salah seorang pedagang sayur-mayur mengatakan, meski hujan telah turun dibeberapa daerah, tidak lantas membuat harga sayuran menjadi turun. Bahkan harga sayuran sebagian mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan sebelumnya.
“Sekarang ini, harga sayur-mayur naik seperti wortel Rp 20 ribu/kg dari sebelumnya Rp 10 ribu, kentang Rp 9 ribu/Kg sebelumnya Rp 7 ribu, kol Rp 10 ribu/kg sebelumnya Rp 7 ribu. Begitu juga dengan Sawi Rp 7 ribu/kg sebelumnya Rp 4 ribu, buncis Rp 15 ribu/Kg sebelumnya Rp 8 ribu dan Labu siam Rp 8 ribu/Kg sebelumnya Rp 4 ribu,”kata Ijah, Senin (9/11).
Ijah mengaku, semua sayur- mayur yang naik tersebut, dipasok dari Lampung Barat. Kenaikan harga sayuran sudah terjadi sejak sepekan lalu, bahkan setiap agen sayuran pasok barang. Sedangkan sayuran lokal yang dipasok dari petani atau pedagang lain, harga justru turun.
“Seperti cabai merah sekarang menjadi Rp 12 ribu/Kg sebelumnya Rp 14 ribu dan cabai rawit Rp 40 ribu/Kg sebelumnya Rp 45 ribu. Bahkan untuk bawang merah dan bawang putih dipasok dari pulau Jawa ada kenaikan Rp 1.000/kg ,” ujarnya tanpa menyebut harga terbaru.
Sementara itu, Maryam (40) salah seorang pedagang bumbu dapur mengatakan, harga di Pasar Sidomulyo dan Patok Way Panji hampir sebagian besar sama. Hal tersebut dikarenakan agennya masih sama.
“Untuk gula merah, naiknya memang drastis yakni Rp 14 ribu/kg dari sebelumnya Rp 7 ribu/kg. Kalau gula aren Rp 18 ribu setiap bungkus dari sebelumnya Rp 14 ribu. Karena kedua komoditas tersebut, dihasilkan dari nira dan musim kemarau ini hasilnya sedikit. Jadi wajar kalau harganya naik,”kata Maryam. (gus)