Hati-hati Lewati Jalan Lintas ’Lubang’!

28
Randi Pratama – Beginilah kondisi badan Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan. Foto dibidik Rabu (8/1/2020).

PENENGAHAN – Persoalan yang menyelimuti Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sepertinya tak pernah habis. Meski sering kali diperbaiki, kerusakan terjadi lagi. Kondisi jalan rusak di Jalinsum masih banyak ditemui. Tepatnya di Jalinsum ruas Desa Ruangtengah–Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Sekitar 3 bulan yang lalu ruas jalan ini diperbaiki melalui proses tambal sulam. Banyak titik-titik yang ditambal. Namun sekarang titik-titik yang ditambal itu rusak lagi. Bahkan terlihat lebih parah dari sebelumnya. Kondisi ini menyulut kekhawatiran pengemudi, khususnya bagi pengendara sepeda motor.

Keberadaan jalan berlubang di Jalinsum memiliki lebar dan kedalaman lubang bervariasi. Kondisi permukaan jalan yang paling parah terletak di Jalinsum Desa Pasuruan. Selain berlubang, di sana juga banyak permukaan badan jalan yang bergelombang di sisi kiri dan kanan.

BACA :  POPT Tekan Perkembangan Hama Penggerak Padi

“Perbaikan yang harusnya makin bagus, kok malah makin parah. Enggak benar ini,” kata salah satu pengendara, Heri (35), kepada Radar Lamsel, Rabu (8/1/2020).

Jika melihat kondisi Jalinsum yang sekarang, warga menilai pihak rekanan yang memperbaiki jalan nasional ini tidak bersungguh-sungguh. Menurut warga, rekanan hanya mencari keuntungan tanpa memikirkan kualitas dan kuantitas. Kemudian hal tersebut berdampak terhadap buruknya perbaikan.

“Kalau enggak begitu, enggak untung. Nanti mereka (rekanan) enggak ada kerjaan lagi. Rusak begini jadi kesempatan, diperbaiki lagi,” kata Udin (35), warga Kecamatan Penengahan.

BACA :  Kampung Tertib Lalin itu Desa Kampungbaru

Syarif (43), warga lainnya, mengatakan jika kerusakan di ruas Jalinsum Desa Pasuruan–Ruangtengah kerap membuat pengendara celaka. “Kalau yang jatuh (pengendara motor) mah sering. Tapi tidak parah,” katanya.

Demi meminimalisir terjadinya kecelakaan, pengendara motor pun meminta dinas dan instansi terkait memasang rambu sebagai tanda pemberitahuan bahwa ada jalan berlubang dan jalan bergelombang.

“Pasang pemberitahuan di titik paling parah saja. Jadi pengendara bisa tahu kalau ada peringatan, dan pengendara juga bisa menghindari kecelakaan sedini mungkin,” katanya. (rnd)

BAGIKAN