Hiswana Migas Prediksi Tak Ada Kelangkaan Gas Melon

55
ILUSTRASI

SRAGI – Tradisi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram pada musim kemarau di wilayah persawahan Kabupaten Lampung Selatan diprediksi tidak akan terjadi pada musim kemarau tahun ini.

Sebab Himpunan Wirasuasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) telah mengambil langkah untuk mensiasati kelangkaan gas elpiji tiga kilogram dengan menambah kuota perbulan sebesar delepan persen.

Hal tersebut diutaraka oleh Ketua Bidang Elpiji Hiswana Migas Wilayah Kerja Provinsi Lampung, Adi Candra. Dimana menurutnya, tardisi kelangkaan gas elpiji tiga kilogram di wilayah sektor pertanian Lampung Selatan tidak akan terjadi pada tahun ini.

“Kelangkaan gas elpiji di wilayah pertanian ini kita prediksi tidak akan terjadi lagi seperti tahun-tahun sebelumnya. Karena kita juga sudah mengambil langkah-langkah antsipasi lebih awal,”ujar Adi Candra memberikan keterangan kepada Radar Lamsel saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (5/8).

BACA :  Pekarangan Dijadikan Tambak Udang

Adi menjelaskan, salah satu langkah yang diambil untuk mengantisipasi kelangkaan gas bersubsidi itu, dengan menambah kuota gas elpiji tiga kilogram Kabupaten Lampung Selatan, sebesar delapan persen.

“Diperindag Lampung Selatan juga sudah cepat tanggap untuk mesiasati kelangkaan gas di musim kemarau tahun ini. Dan kita juga sudah menambah kuota perbulan sebesar delapan persen,” terang Adi. Meski tak merincikan jumlah tambahan kuota gas elpiji tersebut.

Menurutnya kelangkaan gas elpiji tiga kilo gram ini terjadi lantaran dimanfaatkan patni sebagai bahan bakar mesin pompa air. Tapi saat ini pemakaian gas elpiji tiga kilogram sebagai bahan bakar tersebut bukan masalah lagi, lantaran sudah memiliki aturan dari pemerintah.

BACA :  Program PSR Terancam Gagal

“Sekarang aturannya petani sudah diizinkan memakai elpiji tiga kilo gram. Kita mensiasatinya dengan penambahan kouta tadi, setiap kabupaten di Lampung mendapat penambahan sebesar delapan persen,” ucapnya.

Kelangkaan gas elpiji tiga kilogram itu tidak akan terjadi, juga disebabkan sebagaian wilayah persawahan di Lampung Selatan sudah difasilitasi listrik. Itu juga akan mengurangi pemakaian gas tiga kilogram sebagai pengganti bahan bakar bensin.

“Ahkir-kahir ini kita juga sudah melakukan pematauan di lapangan. Di Lampung, Kabupaten Lampung Selatan pertaniannya paling maju lah. Karena sudah dialiri jaringan listrik, mudah-mudahan dengan adanya upaya itu tidak ada lagi kelangkaan gas tiga kilo gram,” harapnya. (vid)