Hutan Kota Kalianda Tidak Terawat

445

KALIANDA – Khimba Tenyanik atau Hutan Kota Kalianda yang berlokasi dilingkungan kantor Pemerintahan Kabupaten Lampung Selatan sepertinya minim perhatian. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya sampah yang berserakan dilokasi tongkrongan anak-anak sekolah itu.

Dari pantauan, beragam jenis sampah terlihat dilingkungan sekitar Hutan Kota Kalianda. Mulai dari sampah plastik, kertas dan lainnya. Selain itu, banyaknya daun yang jatuh dari pepohonan semakin menambah kesan kumuh terhadap Hutan Kota Kalianda.

Meski kondisinya demikian, ternyata masih ada saja remaja-remaja yang nongkrong di tempat ini. Dion (21), remaja asal Kecamatan Kalianda ini mengaku masih betah-betah saja bersantai di Hutan Kota Kalianda.

BACA :  Pendulang Suara Kedua Dibawah Pandu Dipecat

“Memang kurang terawat, mas. Tapi, maunya dibersihkan lagi. Kalau bisa dipercantik lagi, supaya tempat ini tetap ramai,” katanya kepada Radar Lamsel saat ditemui di sekitaran Hutan Kota Kalianda, Minggu (4/11/2018).

Diakuinya, meski keadaan lingkungan Hutan Kota Kalianda takterawat, tempat itu masih menjadi favorit anak-anak muda untuk sekedar berbincang dan bersantai bersama.

“Terus terang, kalau tempatnya ini enak, mas. Sejuk, adem, enak buat santai. Sampah-sampah ini juga tidak bau, hanya saja tidak enak dipandang,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan remaja lainnya, Riki (19). Dia mengatakan meski Hutan Kota Kalianda masih enak dijadikan tempat bersantai, Riki tetap menyayangkan lingkungan sekitarnya yang banyak sampah. “Kalau bersih kan lebih enak, yang mau nongkrong pasti lebih betah,” katanya.

BACA :  Huntap Kurang Lahan 6.000 Meter

Remaja yang baru lulus SMA ini mengatakan, selain dibersihkan, fasilitas di Hutan Kota Kalianda juga harus ditambah. Sebagai anak muda, Riki menginginkan kawasan Hutan Kota Kalianda bisa seperti kawasan lain yang memiliki fasilitas lengkap sehingga bisa menjadi ikon di lingkungan Pemkab Lamsel.

“Tempat duduknya sudah banyak yang rusak, banyak coret-coretan. Kalau saya maunya dibersihkan, ditata ulang, terus tempat duduknya ditambah juga. Biar yang nongkrong makin banyak,” katanya. (rnd)