IDI Lamsel Kembali Percayai Wahyu Wibisana

37

 

radarlamsel.com – Untuk kedua kalinya dokter Wahyu Wibisana dipercayai untuk memimpin Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Selatan, periode 2020 – 2023.

Wahyu Wibisana terpilih secara aklamasi. Itu setelah tidak adanya kandidat lain selain dirinya yang diusulkan oleh 78 peserta Muscab offline maupun online, di Grand Elty Krakatoa, Rabu (27/1/2021).

Kepada radarlamsel.com dr. Wahyu mengatakan siap mengemban amanah kedua kalinya memimpin IDI Lamsel. Dokter asal Sidomulyo itu juga mengutarakan bahwa ia punya banyak mimpi untuk memajukan IDI cabang Lampung Selatan ini.

“Saya punya banyak mimpi salah satunya menjaga kepercayaan rekan sejawat untuk kemajuan IDI, sebagai wadah yang mengayomi dan melindungi profesi dokter. Di satu sisi juga menjaga kepercayaan terhadap kiprah dokter di tengah masyarakat,” ujar dokter yang juga hobi nge-trail.

BACA :  Optimalkan Tim, Entaskan Kemiskinan di Lampung

Kesempatan kedua menggawangi IDI Lamsel di tengah pandemi covid-19 bukan perkara mudah. Wahyu Wibisana sadar akan hal itu, karenanya ia membutuhkan dukungan serta dorongan dari 199 anggota IDI cabang Lamsel.

“ Tentu di tengah pandemi, dokter menjadi sorotan sebab sumber informasi soal covid harus valid dan tidak sembarang orang bisa mengedukasi seputar covid-19,” ucapnya.

Wahyu cs punya waktu satu bulan untuk merampungkan struktur kepengurusan pasca ditetapkannya Ketua IDI Lamsel periode 2020 – 2023 ini. “ Sesuai hasil pleno, struktur kepengurusan nanti akan dirumuskan dulu,” jelasnya.

Diketahui proses Muscab pemilihan Ketua IDI tersebut cukup menyita waktu. Sebab jika dilihat dari jumlah peserta yang hadir langsung tak mencapai 50 plus 1. Setelah muncul instruksi wilayah untuk menunda sidang selama 5 menit, sesuai aturan yang berlaku akhirnya peserta yang hadir sebagai pemegang hak suara.

BACA :  Bersatu Membangun Lampung Selatan

Ketua penjaringan calon Ketua IDI Lamsel periode 2020-2023 dr. Rocky Sihombing menjelaskan proses tersebut sesuai aturan yang berlaku. Sebab tak ada yang dicalonkan oleh peserta Muscab selain satu orang yakni dr. Wahyu Wibisana kendati peserta telah dimnta mengusulkan tiga nama untuk dicalonkan.

“ Namun dalam tahapannya tak ada yang mengajukan calon. Kami sudah memberi space agar peserta mengusulkan tiga nama, tetapi hanya satu nama yang muncul ke permukaan. Itupun tak langsung ketok palu, yang dicalonkan ditanya dulu bersedia atau tidak untuk dicalonkan. Hasilnya beliau bersedia dan akhirnya aklamasi,” kata Kepala Puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sidomulyo itu menjelaskan. (red)