Illegal Logging Merajalela

64
ILUSTRASI

RAJABASA – Maraknya peristiwa perambahan hutan kawasan di wilayah Gunung Rajabasa, menjadi bukti lemahnya pengawasan dan penindakan aparat penegak hukum yang berwenang kepada pelakunya. Alhasil, para pelakunya kembali melakukan aksi serupa seperti temuan yang terjadi di hutan kawasan register III Gunung Rajabasa, Desa Canti, Rabu (2/9) lalu.

Kondisi ini mengakibatkan warga sekitar resah dan khawatir. Pasalnya, kegiatan perambahan hutan sangat merugikan warga dan merusak alam. Terbukti, belakangan ini satu mata air gunung yang menjadi sumber air warga sekitar tidak berfungsi alias mati.

Mereka berharap, aparat yang berwenang bersikap tegas dalam menindak para pelaku illegal logging sesuai dengan hukum yang berlaku. Agar bisa menimbulkan efek jera dan tidak ada lagi yang berani membuka lahan kawasan yang dilindungi.

“Saya mewakili warga Desa Canti mengharapkan adanya tindakan tegas kepada para pelaku perambahan hutan ini. Karena efeknya sangat merugikan kami. Sekarang ini sudah satu mata air yang mati akibat alih fungsi hutan lindung yang dilakukan orang tidak bertanggungjawab,” kata Kades Canti Jahidin kepada Radar Lamsel dikantornya, Kamis (3/9) kemarin.

Menurutnya, mata air dari wilayah pegunangan Rajabasa menjadi salah satu sumber pemasok air bersih bagi masyarakat. Bahkan, PDAM Tirta Jasa yang merupakan BUMD Lamsel memanfaatkan air dari kaki gunung tersebut.

“Kalau hutan kita gundul akibat ulah para perambah liar bagaimana kita harus mencukupi pasokan air untuk kehidupan sehari-hari. Ini perlu di garis bawahi. Sekarang ini saja setiap musim kemarau orang dari Kalianda sudah mencari air bersih ke wilayah kita. Apa jadinya kalau hutan kita ini gundul,” imbuhnya.

Dalam peristiwa pengamanan terduga pelaku perambahan hutan kemarin, lanjutnya, Polhut diminta tegas dalam melakukan tahapan penyelidikan. Sebab, mereka menilai posisi illegal logging itu sudah masuk jauh di kawasan register.

“Kita hargai kinerja Polhut dalam menangani persoalan ini. Tapi kami sangat berpesan jangan sampai lengah dalam melakukan penyelidikan kasus ini. Karena jika sampai tidak ada sanksi tegas maka peristiwa serupa bakal terulang lagi,” lanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, satu orang warga yang diduga melakukan perambahan liar di hutan kawasan register III Gunung Rajabasa, yang terletak di Desa Canti diamankan petugas dari Kepolisian Kehutanan (Polhut). Peristiwa itu terjadi berkat laporan warga yang curiga ada aktifitas di dalam kawasan hutan sejak beberapa waktu lalu. (idh)