Infrastruktur Masih Jadi Fokus Pemerintah Desa Way Kalam

335

PENENGAHAN – Pemerintah Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan telah menyusun rencana pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun ini. Sedikitnya, ada lima item infrastruktur pembangunan yang masih menjadi fokus utama pemerintah desa setempat. Yaitu jalan rabat beton, drainase, gorong-grong plat, talut penahan tanah (TPT), dan plat beton.

          Sama seperti tahun 2018 lalu, program pembangunan infrastruktur Pemerintah Desa Way Kalam masih akan menyentuh semua dusun. Pembangunan jalan rabat beton akan dilakukan di dusun 2 dan dusun 4. Kemudian gorong-gorong plat dibangun di dusun 1, dusun 2, dusun 3, dan dusun 4.

          Selanjutnya, pembangunan drainase dilakukan di dusun 1, dusun 2, dusun 3, dan dusun 4. Dilanjutkan dengan pembangunan talut penahan tanah di dusun 1, dan dusun 4. Serta pembangunan plat beton di dusun 1. Itulah jenis-jenis item seluruh pembangunan infrastruktur Desa Way Kalam yang menggunakan anggaran Dana Desa (DD) 2019 ini.

BACA :  Dear PT. PP: Rumah Hamzah Langganan Banjir

          Pelaksana Harian Kepala Desa (Plh. Kades) Way Kalam, Abdul Basir, mengatakan bahwa pembangunan lima infrastruktur tersebut memang menjadi fokus utama desa. Khususnya jalan rabat beton yang menyentuh pemukiman dan sebagai akses bagi petani untuk mengambil hasil bumi di wilayah perkebunan.

“Ada jalan gang di pemukiman, dan jalan produksi pertanian ke arah kebun warga. Menurut kami, jalan ini sangat penting untuk dijadikan akses agar petani tak kesulitan lagi,” katanya kepada Radar Lamsel, Kamis (4/4) kemarin.

BACA :  Di Tanah Leluhur Desa Kuripan, Pandu Berkhidmat

Selain infrastruktur yang menjadi fokus utama, Abdul Basir mengaratakan bahwa pihaknya juga menganggarkan dana desa untuk pemberdyaan yang sudah dijalankan setiap tahun. Menurut Abdul Basir, pemberdayaan juga masih menjadi fokus mereka untuk mengembangkan keterampilan sumber daya manusia (SDM) Desa Way Kalam.

“Tak jauh berbeda dari tahun sebelumnya ya, kita masih adakan pemberdayaan untuk masyarakat, dan pelatihan bagi aparatur desa. Dua hal ini masuk dalam bagian penting yang harus dilakukan secara continue. Sekaligus tuntutan agar pelaksanaan pemerintahan dan kemasyarakat berjalan lebih baik,” katanya. (rnd)