Inilah 16 Pejabat Berkompeten Hasil Seleksi

1954
ILUSTRASI

KALIANDA – Panitia seleksi (Pansel) terbuka jabatan tinggi pratama Kabupaten Lampung Selatan telah merampungkan seleksi asessment jabatan eselon II untuk menduduki posisi kepala satuan kerja di lingkungan Pemkab Lamsel.

Tahapan seleksi ini meliputi pendaftaran peserta, tes uji kompetensi, hingga tes wawancara yang dilakukan Pansel di ruang rapat Sekkab Lamsel.

Dari proses seleksi itu diketahui hanya terdapat 16 dari 26 pejabat yang dinyatakan berkompeten menduduki jabatan satuan kerja menurut kemampuannya. Ke-26 pejabat tersebut merupakan para pejabat definitif yang saat ini menduduki jabatan. Sedangkan 13 pejabat lainnya merupakan pelaksana tugas (Plt) kepala satuan kerja.

Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, 16 orang pejabat eselon II yang dinyatakan telah berkompeten dan layak untuk menduduki jabatan tinggi pratama itu antara lain Wirham Riyadi sebagai Kepala Kesbangpol; H. Akar Wibowo sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD); dr. Jimmy Hutapea sebagai Kepala Dinas Kesehatan; dan Wahidi Setiadi sebagai Kepala Dinas Sosial.

Lalu, Burhanudin sebagai Sekretaris DPRD Lamsel, Ir. Yusri sebagai staf ahli Bidang Keuangan; Syamsurijal sebagai Asisten Adum; H. Mulyadi Saleh sebagai Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan; Edy Firnandi sebagai Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian; dan Maizar Malanesia sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan.

BACA :  KWT Bakauheni Bakal Topang Ekonomi Daerah

Kemudian, Priyanto Putro sebagai Kepala Bappeda; H. Hermansyah Hamidi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang; Noviar Akmal sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan; M. Dharmawan sebagai Kepala BPBD; Fauziah Arief sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dan Ridwan sebagai Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

“Ini yang dinyatakan lulus dan layak untuk didefinitifkan berdasarkan hasil seleksi,” kata sumber terpecaya Radar Lamsel kemarin.

Sumber tadi juga menyebutkan dari banyaknya pejabat yang ada di Lamsel, ada 10 orang pejabat definitif namun dinilai tak berkompeten. Antara lain asisten administrasi Umum Erlan Murdiantono; Staf Ahli Pemerintahan Firman Burhansyah, Kepala Dinas Perkebunan Zailani Bura; Staf Ahli Kesra Afrudin; Kepala Dinas Peternakan Cecef  Khairuddin; Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Hasan Afriansyah; Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Sujak Prawiranegara; Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Parluhutan Marpaung; Kepala Badan Ketahanan Pangan Rini Ariasih dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Isroni Mihardi.

Sedangkan, dari 13 pejabat pelaksana tugas (Plt) yang mengikuti tes seleksi tersebut terdapat 4 orang Plt yang dinyatakan belum kompeten oleh tim Pansel yakni Plt. Asisten Bidang Pemerintahan Yansen Mulya, Plt. Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikulutra Firdaus, Plt. Kepala Satpol PP Hermizi, dan Plt Kepala Badan Perpustakaan dan Arsif Daerah Yarnita.

BACA :  'Nokang' Bertahun-tahun, Pendamping Ini Kecoh Dua Dinas

Selain itu, terdapat tiga orang Plt yang tidak mengikuti tes uji kompetensi dalam seleksi jabatan eselon II yakni Plt. Kepala Inspektorat Syahlani, Plt. Kepala Dinas Pendidikan Anas Anshori, dan Plt Kepala BPPKB Irfan Sakura.

Pemkab Lamsel sendiri akan melakukan lelang terbuka atas jabatan yang belum terpenuhi oleh pejabat berkompeten tersebut. data yang dihimpun Radar Lamsel setidaknya ada 23 jabatan yang akan dilelang.

Lelang terbuka ini bisa diikuti oleh seluruh pejabat eselon II di Provinsi Lampung. Bahkan BKPL Lamsel telah mengumumkan pengumuman lelang jabatan tersebut. Pengumuman itu bernomor : 800/30/PANSEL-JPT/2016 tentang seleksi terbuka jabatan pimpinan tinggi pratama Kabupaten Lampung Selatan.

Pengumuman ini juga bisa diakses di website resmi Pemkab Lampung Selatan dilaman http://lampungselatankab.go.id . pendaftaran lelang tersebut dibuka pada 16 November – 7 Desember 2016.

Kepala BKPL Lamsel H. Akar Wibowo dalam wawancara dengan Radar Lamsel sehari lalu menyebutkan 16 pejabat yang berkompeten kemungkinan besar akan dilantik pada akhir Desember 2016 mendatang. “Sedangkan untuk pejabat yang mengikuti proses lelang akan dilantik sekitar Januari 2017,” pungkasnya. (iwn)