Insentif Garda Terdepan Corona Diusul Naik

72
ILUSTRASI

KALIANDA – Risiko kehilangan nyawa saat penanggulangan covid-19 atau virus corona, riskan menghinggapi petugas medis. Apalagi Alat Pelindung Diri (APD) di hampir semua RS dipastikan minim.

Kondisi ini membuat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) angkat bicara. PKS melalui parlemen Lampung Selatan bakal mendorong agar selama pandemi, insentif paramedis sebagai garda terdepan penanganan corona agar dinaikan.

Ketua Fraksi PKS DPRD Lampung Selatan Bowo Edi Anggoro mengatakan bahwa di Lampung Selatan langkah ini dapat diterapkan. Apalagi Lampung Selatan secara geografis merupakan pintu keluar-masuk Pulau Sumatera yang riskan.

“ Inisiatif ini akan coba kami usung dan kami bahas di parlemen. Di beberapa daerah bahkan sudah bisa menerapkan ini. Alasannya karena risiko yang dihadapi mereka (Paramedis) sangat besar tentu wajar dan manusiawi jika insentifnya dinaikkan,” kata Bowo kepada Radar Lamsel, Minggu (5/4).

PKS meyakini Pemkab Lampung Selatan pun dirasa tidak akan berat hati memuluskan kebijakan ini. Sebab ibu pertiwi memang membutuhkan jasa paramedis untuk melindungi segenap rakyatnya.

BACA :  Baru Delapan Desa Salurkan BST DD

“ Dalam waktu dekat kami akan coba berkomunikasi di tingkat parlemen. Seperti apa tanggapan rekan-rekan di parlemen, baru setelah itu kita bahas bersama dengan eksekutif, kalaupun pembahasannya terkendala. Kita bisa coba via video conference jangan kaku tetapi bergerak cepat,” tegas Bowo.

Secara runutan, alat kelengkapan dewan yang membidangi maslahat kesehatan ialah Komisi IV. Anggota Komisi IV DPRD Lamsel Andi Apriyanto menegaskan peluang terwujudnya usulan tersebut masih terbuka lebar.

“ Kalau ditanya bisa? Ya tentu bisa. Kita akan coba komunikasikan juga dengan rekan-rekan di DPRD mekanismenya. Saya rasa tidak sulit dan langkah ini merupakan apresiasi bagi kerja-kerja paremedis ditengah pandemi corona,” jelas Wakil Ketua Fraksi PKS Lamsel ini.

Para Punggawa PKS meyakini apresiasi sebesar apapun pada saat ini akan membantu menguatkan tenaga medis. Dengan begitu kinerja dan risiko kerja mereka diganjar dengan hal yang manusiawi.

BACA :  Agrowisata Perkebunan dan Perikanan Dikebut

“ Kita melihat saat ini mereka (paramedis) bekerja pontang-panting terutama yang di RS rujukan covid seperti di RSUD Bob Bazar dan RS BNH pusat isloasi. Dan APD nya terbatas, kadang sudah pakai APD saja masih bisa tertular, apalagi kekurangan APD. Maka inisiatif untuk meningkatkan insentif mereka patut diproses segera,” kata Anggota Fraksi PKS Imam Rohadi.

Mendengar usulan tersebut sejumlah petugas medis yang bekerja sebagai garda terdepan di RSUD Bob Bazar tampak sumringah dan antusias. Mereka tak banyak berharap, namun jika usulan itu diwujudkan oleh eksekutif dan legislatif maka ini menjadi suatu lompatan besar di Lampung Selatan sendiri.

“ Kami nggak banyak berharap, karena biasanya yang begini ini ribet mekanisme dan sebagainya. Tetapi jika betul-betul diwujudkan oleh legislatif dan eksekutif. Itu artinya ada ganjaran yang setimpal bagi kami paramedis yang bekerja ditengah keterbatasan APD,” ucap salah seorang juru rawat RSUD Bob Bazar. (ver)