IP Menurun, Desak Tata Ulang Irigasi 2.000 Ha

141
David Zulkarnain – Jajaran DPTPHP Lamsel bersama UPT Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas memantau tanaman padi yang tedampak banjir di Desa Palautengah, Kamis (2/5).

PALAS – Dinas Pertanian Tanaman Pangan Holtikutura dan Perkebunan (DPTPHP) Lampung Selatan menilai penyebab utama banjir yang kerap melanda wilayah persawahan Kecamatan Palas adalah buruknya fasilitas pengairan di daerah tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana, Dinas Pertanian Tanamam Pangan Holtikultura dan Perkebunan Lampung Selatan, Pujiastuti saat melakukan pematauan tanaman padi yang terdampak bajir di Desa Pulautengah, Kecamatan Palas, Kamis (2/5).

Pujiastuti mengatakan, bajir yang kerap terjadi di wilayah persawahan di Kecamatan Palas disebabkan buruknya sistem pengairan di wilayah tersebut. Selain disebabkan oleh banyaknya sarana pintu air yang telah mengalami kerusakan, banjir juga disebabkan pendangkalan saluran pengairan. 

“Banjir yang kerap melanda disebabkan buruknya sistem pengairan, selian sarana pintu air banyak yang rusak pada saluran irigasi sedimentasi lumpurnya juga sudah tinggi yang menyebabkan pendangkalan, sehingga pada saat intensitas hujan meningkat air kerap meluap masuk ke persawahan,” kata Pujiastuti kepads Radar Lamsel.

Pujiastuti menerangkan, banjir yang kerap melanda selain menyebabkan kerugian pada petani juga menyebabkan kemunduran Indeks Penanaman (IP) di wilayah Palas.

BACA :  Puluhan Petani Dilatih Budidaya Padi

Untuk meminimalisir bajir yang kerap terjadi, Pihaknya telah mengusulkan penataan pengairan persawahan di daerah rawa ke Kementerian Pertanian.

“Untuk di Lampung Selatan telah kami ajukan penataan jaringan irigasi daerah rawa untuk 2.000 hektar yang rawan banjir di wilayah Palas dan Sragi. Saat ini pihak konsultan masih dalam proses pengukuran, meski masih dalam tahap pengusulan mudah-mudah bisa terealisasi,” paparnya.

BACA :  Pemuda Palas Tewas Tersetrum Listrik

Lebihlanjut Pujiastuti mengungkapkan, untyk petani yang mengalami puso atau gagal penen akibat dampak bajir yang terjadi selama dua pekan belakangan akan diberikan bantuan benih.

“Untuk petani yang mengalami gagal panen akan diberikan bantun benih, dan juga sudah tercover dengan asuran AUTP,” sambungnya.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Penyuluh Pertanian Kecamatan Palas, Agus Santosa mengungkapkan, saat ini luas tanaman padi yang telah mengalami puso mencapai 337 hektar.

“Hingga saat ini luas tanaman padi yang mengalami puso mencapai 337 hektar,” pungkasnya. (vid)

BAGIKAN