Isi Kepala Bakal Calon Pemimpin Diuji

59
Veridial – Bakal Calon Bupati Lamsel mengikuti uji Kompetensi di DPC Demokrat Lamsel, Rabu (26/2) kemarin.

KALIANDA – Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Lampung Selatan menguji para kandidat yang mendaftar sebagai bakal calon kepala daerah/wakil kepala daerah di Parpol berlambang bintang mercy itu, Rabu (26/2).

Kemarin, enam kandidat sudah merasakan sederet pertanyaan panelis. Mereka diantaranya bakal calon bupati/wakil bupati, Irfan Nuranda Djafar, Herry Putra, A Ben Bela, Ishak lalu dr. Sutomo Hendra dan M. Amin Syamsudin.

Para kandidat dibedah pemikirannya sebelum restu Demokrat dijatuhkan kepada mereka yang berpeluang. Tiga panelis lokal mulai dari Ketua STIH Subagio, Dosen STIE Zulfahmi hingga Dosen sekaligus lagislator Jenggis Khan Haikal menyajikan pertanyaan demi pertanyaan seputar, ekonomi, pelayanan publik hingga tata ruang masa depan di Lampung Selatan.

Beberapa panelis tampak mengulik para kandidat apakah mampu menjadi pemimpin pluralisme. Sebab genetika konflik di Lampung Selatan tak jauh-jauh dari isu sara, itulah mengapa dimata panelis, Lamsel butuh sosok yang mampu memahami kemajemukan dan keberagaman di Bumi Khagom Mufakat.

Masing-masing kandidat punya karakteristik tersendiri dalam menjawab setiap pertanyaan. Irfan Nuranda Djafar misalnya, mantan Bupati Lampung Timur itu tampak gamblang dengan paparan visi dan misinya menjadikan Lampung Selatan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Sumatera.

Ia juga mengisyaratkan bakal menghadirkan terobosan dari sektor pariwisata, industri hingga ekonomi kreatif. Ide dan gagasannya yang berbeda menempatkan Irfan dalam posisi seksi baik sebagai Balonbup atau mungkin Balonwabup.

Salah satu mimpinya jika kelak terpilih menjadi Bupati ialah menciptakan kawasan pariwisata eksklusif lengkap dengan lapangan golf. Lalau menambah pelabuhan berkelas internasional, titik bidiknya ialah Sebalang, ia menegaskan jika Pelabuhan Sebalang bisa jadi gerbang baru persinggahan kapal-kapal asing sekaligus membuka peluang investasi di Lampung Selatan.

“ Pada banyak kesempatan saya sudah paparkan, tapi kali ini kembali saya ingin tegaskan bahwa potensi Lampung Selatan banyak sekali yang belum dimaksimalkan. Lamsel kabupaten tua yang semestinya harus lebih maju dari kabupaten pecahannya terdahulu. Karena itu penting agar pemekaran DOB segera diwujudkan jangan malah dipolitisir sedemikian rupa,” ujarnya.

Bakal Calon Bupati Lamsel Herry Putra satu diantara para kandidat tersebut. Putra daerah Lamsel ini tak bertele-tele dalam penyampaiannya. Ia menitikberatkan tiga hal, infrastruktur, pertanian dan keamanan.

“ Bicara perekonomian, infrastruktur harus bagus dulu. Bicara kesejahteraan maka petani harus juga sejahtera dulu dan bicara investasi dan sebagainya keamanan mulai dari tingkat desa mesti harus terjamin. Kalau tiga poin itu dituntaskan maka hal-hal yang berkaitan akan bisa diurai satu persatu demi kemajuan Lampung Selatan,” ujar Enggung begitu sapaannya di markas DPC Demokrat Lamsel.

BACA :  Hasil Lelang Sekda Dilapor ke KASN

Satu dari beberapa pertanyaan yang dikhawatirkan para panelis ialah isu konflik. Sebab Lampung Selatan sangat kuat kaitannya dengan konflik berbau sara. Hal ini jualah yang ditanyakan panelis sebelum mereka (kandidat) benar-benar dipercaya menjadi pemimpin kabupaten ini.

Sebagai putra Lampung tentulah bukan sesuatu yang sulit bagi Herry Putra untuk mencegah persoalan tersebut sebelum terjadi. Karenanya ia menaruh konsen keamanan dari tiga konsen yang jadi menu utamanya.

“ Mengapa saya konsen terhadap keamanan salah satunya itu tadi, konflik yang rentan terjadi. Maka tak muluk-muluk karena saya berangkat dari bawah sekali jadi paham apa yang diinginkan masyarakat bawah salah satunya tercipta keamanan dan kenyamanan ditengah masyarakat,” pungkasnya.

Disisi lain, Balonwabup Ishak punya gaya tersendiri menurutnya kepanjangan dari pada ISHAK adalah Ingin Sukses Harus Aktif Kerja. Kalimat itu dijadikannya motivasi untuk membangun Lampung Selatan jika kelak terpilih.

“ Saya sudah pernah bekerja disini (Lamsel) sebagai eksekutif tentu tidaklah terlalu sulit untuk memajukan Lamsel asal dengan semangat kerja,” singkatnya.

Sosok yang mencuri perhatian lainnya adalah A. Ben Bela, mantan senator ini tampak berapi-api memaparkan visi dan misi sekaligus melibas pertanyaan-pertanyaan panelis. Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan panelis pun ditanggapi secara logis nan sederhana namun mengena.

Salah satunya ihwal pendidikan gratis. Ben Bela meyakini sejak puluhan tahun gong itu disuarakan tetapi faktanya memang tidak betul-betul gratis yang konkrit. Disana sini kata dia masih ditemukan pungutan dan sebagainya.

“ Artinya apa? Masih banyak persoalan yang belum beres. Saya pernah duduk di DPD tahu juga saya di pendidikan dan kesehatan itu anggarannya banyak tetapi masih ada ratusan sekolah yang atapnya hampir ambruk, benahi dulu itu baru kita bicara gratis,” sebut dia.

Pada sesi kedua, DPC Demokrat menghadirkan dua sosok yakni Sutomo Hendra dan M. Amin Syamsudin. Hendra yang berlatar seorang dokter tidak minder menggaungkan pejabat di Lampung Selatan haruslah orang Lampung Selatan.

BACA :  PPK-PPS Nonaktif, Nasib Pilkada Tunggu Arahan!

Sementara M. Amin Syamsudin yang berangkat dari kalangan petani mengisyaratkan bahwa ‘Tukang Pacul juga Ingin Muncul’. Visi dan misi Keduanya tak jauh berbeda tujuannya. Memajukan Lampung Selatan dengan harapan para kandidat itu dapat diusung Demokrat baik sebagai Calon Bupati atau Calon Wakil Bupati Lamsel.

Sementara Ketua DPC Demokrat Lamsel Agus Revolusi mengatakan rekomendasi bakal ditentukan oleh DPP Demokrat. DPC dan DPW hanyalah mengajukan nama-nama yang memang dianggap layak untuk diseleksi namun goal nya tetap di DPP Demokrat.

“ Keputusan tetap di DPP, DPC dan DPW hanya mengajukan nama-namanya saja. Proses ini (uji kompetensi) juga satu dari tahapan yang perlu dilalui kandidat sebelum namanya dimasukkan sebagai calon penerima rekomendasi Demokrat pada Pilkada Lamsel,” jelasnya.

Sementara dua kandidat kuat lainnya yakni Tony Eka Candra dan Hipni berhalangan hadir. Namun kealpaan keduanya itu sudah terkonfirmasi oleh panitia penjaringan Balonkada Demokrat Lamsel yang menyebut keduanya ada keperluan yang tak bisa ditinggalkan.

“ Ya mereka memang sudah memberitahu untuk tidak hadir dalam uji kompetensi hari ini, ada surat pemberitahuannya. Dilain waktu keduanya tetap harus diuji karena ini bagian dari penilaian juga tentunya,” ujar Ketua Penjaringan Balonkada Demokrat Lamsel, M. Athor.

Dari uji kompetensi tersebut akademisi menilai Parpol diingatkan jangan terpaku pada cos politik semata namun isi kepala alias buah pikiran para kandidat harus jadi parameter sebelum menentukan calon pemimpin di Lampung Selatan yang memiliki rakyat satu juta jiwa lebih.

“ Dalam menentukan pemimpin haruslah juga diperhatikan pemikirannya seperti apa. Apakah visioner atau tidak karena dibawah kepemimpinan yang hebat maka daerah juga akan hebat kemajuannya, karena itulah tugas dari pada kandidat bagaimana cara meningkatkan kesejahteraan rakyat utamanya peningkatan income per kapita yang saat ini terbilang jomplang,” jelas Dosen STIE Muhammadiyah Kalianda Zulfahmi Sangaji.

Selain Demokrat, Parpol yang sudah menguji kandidatnya di Lampung Selatan yakni NasDem dan PKS. Menarik disimak seperti apa langkah partai politik dalam menentukan calon pemimpin kabupaten ini, sebab masyarakat luas perlu tahu dan mengenal calon pemimpinnya luar dalam sebelum menjatuhkan pilihan, padah hari H pencoblosan. (ver)