Isro’ Mi’raj di Haduyang, Gus Miftah Soroti Aturan di Masjid

124
Penceramah kondang Gus Miftah saat menyampaikan ceramahnya dihadapan ribuan jamaah di lapangan bola Desa Padmosari, Desa Haduyang, Selasa (3/3).

NATAR – Peringatan Isro’ dan Mi’raj di Desa Haduyang berlangsung sangat hikmad, kehadiran penceramah kondang Gus Miftah menambah khusyuknya peringatan perjalanan nabi muhammad tersebut.

Dalam ceramahnya, Gus Miftah menyoroti kelirunya takmir masjid di Indonesia yang cenderung tidak ramah terhadap umat muslim. “Saya sebetulnya sangat jengkel dengan peraturan-peraturan di masjid, seperti pintu masjid yang ditutup karena belum masuk waktu shalat berjamaah,” ungkapnya.

Kemudian sambung dia, ada aturan yang melarang anak-anak kemasjid karena berisik padahal seharusnya anak kecil dianjurkan untuk kemasjid meskipun berisik. “Belum lagi kalau kamar mandinya ditutup, padahal banyak yang ingin buang air di kamar mandi,” tuturnya.

Sahabat Dedi Corbuzier itu menambahkan, seharusnya masjid dibuat nyaman dan menjadi tempat yang dirindukan oleh umat islam. “Kalau bisa masjid dipasang wifi agar anak muda berkumpul di masjid, tetapi diawasi konten yang dibuka,” ucap dia.

Sementara itu, Kades Haduyang Hasani mengatakan peringatan Isro’ Mi’raj yang dilangsungkan di lapangan Dusun Padmosari itu berkat keguyuban warganya yang ingin menggelar pengajian akbar. “Alhamdulillah semua swadaya masyarakat, semoga pengajian ini mendapat keberkahan dari Allah,” katanya kepada Radar Lamsel, (3/3).

Ia menyampaikan, pengajian akbar yang digelar merupakan puncak dari pengajian-pengajian yang digelar tiap bulan di desanya. “Setiap tahun mudah-mudahan kami bisa mengundang penceramah yang berlevel nasional lagi,” pungkasnya.(Adv)