Jadi Momentum Satukan Langkah untuk Negeri

788
Nyoman Subagio – Camat Ketapang Darsito, SP memimpin upacara bendera peringatan hari Pahlawan yang dipusatkan di halaman SMA Negeri 1 Ketapang, kemarin.

SMAN 1 Ketapang Jadi Pusat Peringatan Hari Pahlawan

KETAPANG – Kumandang peringatan hari Pahlawan terdengar dimana-mana. Di Kabupaten Lampung Selatan, peringatan hari besar nasional yang diperingati setiap 10 November itu diperingati semua instansi pemerintah dan dunia pendidikan.

Di Kecamatan Ketapang misalnya. Pemerintah Kecamatan Ketapang bersama Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pendidikan menggelar peringatan hari Pahlawan dengan upacara bendera yang dipusatkan di halaman sekolah SMA Negeri 1 Ketapang, kemarin.

Upacara bendera peringatan hari Pahlawan itu dipimpin langsung Camat Ketapang Darsito, SP dengan diikuti semua instansi pemerintah tingkat kecamatan, dewan guru mulai tingkat SD, SMP dan SMA sederajat serta elemen masyarakat. Pada upacara itu, Darsito menyampaikan sambutan Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa.

Isi sambutan itu, pemerintah mengajak bangsa ini tidak hanya sekedar mempertahankan kemerdekaan tapi juga memperbaiki keadaan negeri. Untuk keluar dari berbagai persoalan bangsa, patriotisme progresif dituntut menghadirkan kemandirian bangsa tanpa terperosok pada sikap anti asing.

BACA :  Aparatur Desa Dibina Tingkatkan Tupoksi Kerja

Ini sesuai dengan visi transformatif yang diusung Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakilnya H.M Jusuf Kalla “Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong”.

“Dalam rangka mewujudkan visi tersebut telah dirumuskan sembilan agenda prioritas pemerintahan kedepan yang disebut Nawa Cita. Sembilan agenda prioritas itu bisa dikategorikan kedalam tiga ranah, yakni ranah mental-kultural, ranah meterial (ekonomi) dan ranah politik. Pemerintah saat ini berusaha melakukan berbagai perubahan secara akseleratif berlandaskan prinsip-prinsip Pancasila dan UUD 1945,” kata Darsito membacakan sambutan Mensos RI, kemarin.

Lebih lanjut dikatakan, gerakan revolusi mental diharapkan bisa mendorong gerakan hidup baru dalam bentuk perombakan cara berfikir, cara kerja, cara hidup yang merintangi kemajuan. Selanjutnya, peningkatan dan pembangunan cara berfikir, cara kerja dan cara hidup yang baik.

BACA :  Pendulang Suara Kedua Dibawah Pandu Dipecat

“Gerakan hidup baru adalah gerakan revolusi mental untuk menggembleng manusia Indonesia ini menjadi manusia baru yang berhati putih, berkemauan baja, bersemangat Elang Rajawali dan berjiwa api yang menyala-nyala,” ujarnya.

“Dengan suatu tekad dan ketulusan untuk bersama-sama saling bahu membahu dan dilandasi oleh makna dan nilai integritas, etos kerja dan gotong royong, maka saya yakin bangsa Indonesia dapat mengatasi berbagai permasalahan yang melanda dan dapat menjadi bangsa “Pemenang” mampu bersaing dengan negara dan bangsa lain yang sejalan dengan tema peringatan hari pahlawan tahun ini “Satukan Langkah untuk Negeri”,” kata Darsito mengakhiri kata sambutan Mensos RI.(man)