Jadikan Event LSF 2017 yang Memiliki Multifungsi

390
Diskominfo Lamsel – Bupati Lamsel H. Zainudin Hasan saat memotong pita di pintu utama pada malam pembukaan Lampung Selatan Fair 2017 di Lapangan Cipta Karya Kalianda, Sabtu (11/11) malam kemarin.

KALIANDA – Even tahunan Lampung Selatan Fair (LSF) 2017 resmi dibuka Sabtu (11/11) malam kemarin. Pesta kembang api dan pelepasan ratusan balon lampion menjadi atraksi pembuka yang disuguhkan pada rakyat.

Seketika itu langit Kota Kalianda pun pecah. Kembang api yang memancarkan warna-warni menambah langit begitu indah. Ditambah lagi sorotan gemerlap lampu warna warni disekitar panggung utama LSF.

Bupati Lampung Selatan H. Zainudin Hasan resmi membuka LSF. Diawal kegiatan orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat ini diminta untuk menggunting pita didepan gerbang utama LSF2017.

Dalam sambutannya Zainudin menyampaikan, hampir dua tahun memimpin Kabupaten Lampung Selatan, ini merupakan kali kedua dirinya membuka acara Lampung Selatan Fair dalam rangka menyemarakkan hari jadi Kabupaten Lampung Selatan ke-61.

Dia mengatakan, dirinya akan terus berupaya menghantarkan masyarakat Lampung Selatan untuk lebih makmur, sejahtera, bermartabat, serta memiliki rasa aman dan nyaman. “Itu semua akan terwujud jika seluruh masyarakat Lamsel bisa sama-sama bergandeng tangan. Tanpa adanya niat yang baik dan tulus dari masyarakat, tidak akan mungkin pembangunan di Kabupaten Lamsel dapat terwujud dengan baik dan sempurna,” ujar Zainudin.

Untuk itu, lanjut Zainudin, dalam pelaksanaan Lampung Selatan Fair 2017 ini diharapkan dapat berjalan dengan baik dan lebih profesional dengan mengedepankan nuansa ekonomi kerakyatan.

BACA :  Tiga Paslon Deklarasi Kampanye Damai!

“Saya menaruh harapan besar kepada semua pihak yang terkait dalam kegiatan LSF ini dapat dijadikan sebagai even tahunan yang memiliki multifungsi. Artinya, selain menjadi media hiburan bagi masyarakat, LSF juga dapat menjadi arena untuk memfasilitasi proses komunikasi berbagai pihak seperti para pelaku ekonomi, masyarakat dan juga pemerintah daerah,” harapnya.

Diungkapkannya, untuk tahun 2018 dana APBD Lamsel yang akan dikucurkan nilainya mencapai sekitar empat ratus milyar rupiah, dan dana tersebut akan lebih difokuskan untuk program pembangunan jalan di seluruh wilayah kabupaten Lampung Selatan.

“Mungkin kepala OPD dilingkup Pemkab Lamsel hanya sedikit yang tersenyum karena anggaran tahun 2018 yang akan dikucurkan lebih banyak berpihak kepada masyarakat. Ini untuk membuktikan janji saya kepada warga Lamsel, karena saya memiliki janji dengan warga, bukan dengan para pejabat,” ungkapnya.

Dikatakannya, memberikan sesuatu kepada masyarakat bukan suatu niatan untuk dirinya mengejar popularitas serta mengharapkan sanjungan dari masyarakat Lampung Selatan. “Itu semua saya lakukan agar warga Lampung Selatan bisa turut merasakan dan menikmati hasil pembangunan insprastuktur jalan, bukan untuk para pengusaha saja, tetapi juga untuk para pedagang kecil dan menengah juga seluruh masyarakat Lampung Selatan,” katanya.

BACA :  Optimalkan Pengawasan Cegah Siswa SMK Ikut Demo

Sementara itu Ketua Panitia Pelaksana LSF 2017 Ir. Erlan Murdiantono mengungkapkan tujuan dari penyelenggaraan Lampung Selatan Fair ini untuk memberikan pengetahuan serta pendidikan kepada masyarakat Lampung Selatan agar dapat turut serta memberikan sumbangsih terhadap pembangunan di kabupaten gerbang krakatau ini.

“Kegiatan ini dalam rangka memberikan sarana edukasi dan promosi bisnis komoditi unggulan dan hasil-hasil pembangunan disemua bidang. Selain itu juga untuk menjadi sarana informasi dan komunikasi kepada masyarakat tentang perkembangan dan capaian hasil pembangunan di berbagai sektor yang telah dilakukan selama ini,” ujar staf ahli Bupati Bidang Ekobang Pemkab Lamsel ini.

Dikatakannya, kegiatan LSF ini merupakan kegiatan yang sudah kesekian kali digelar Pemkab Lamsel. Menurutnya, gelaran LSF memiliki dampak yang positif terutama dalam segi per-ekonomian. Itu dibuktikan dengan ditampilkannya hasil-hasil kerajinan dari masyarakat di setiap stand yang dipamerkan.

“Dalam segi ekonomi tentunya sangat bagus bagi masyarakat, khususnya masyarakat yang memiliki Usaha Kecil Menengah (UKM). Karena, dalam ajang inilah saatnya para pelaku usaha bisa secara leluasa untuk mempromosikan hasil-hasil kerajinannya,” pungkasnya. (iwn)