Jagung Komoditas Unggulan Desa Sumbersari

1768

SRAGI – Desa Sumbersari merupakan desa kecil yang berada di Kecamatan Sragi. Kendati desa kecil hampir seluruh lahan diwilayah desa setempat berproduksi pertanian.
Terbukti dari luas wilayah 1.017 hektar, 670 hektar merupakan lahan pertanian jagung. Tak heran jika tanaman palawija ini merupakan komoditas unggulan di Desa Sumbersari. Lalu sebanyak 200 hektar merupakan lahan pertanian padi.
Selain pertanian, peternakan juga menjadi sektor yang dikembangkan Desa Sumbersari. Sejauh ini populasi ternak sapi yang ada didesa yang dipimpin oleh Kepala Desa Iwan Kuswara, A.Md sudah mencapai 718 ekor yang tersebar di 7 dusun yang ada didesa setempat.
Kepala Desa Sumbersari Iwan Kuswara mengatakan, sektor pertanian dan peternakan menjadi penopang ekonomi masyarakat desa. Untuk itu Desa Sumbersari terus berupaya menggenjot sektor pertanian dan peternakan. “Saat ini kami memiliki 670 ha lahan tanaman jagung, 200 ha lahan tanaman padi dan 718 ekor sapi tersebar di 7 dusun,” kata Iwan Kuswara kepada Radar Lamsel dalam wawancara, Sabtu (4/6).
Iwan menuturkan produksi jagung diwilayah desanya sangat baik. Meski lahan-lahan didesanya merupakan lahan tadah hujan, produksi pertanian terus digenjot.
Petani setempat mampu melakukan tanam 2 – 3 kali tanam jagung dalam setahun. Dengan hasil produksi persatu hektar lahan tanaman jagung mencapai 7 – 8 ton. Sedangkan untuk produksi padi
mampu menghasilkan gabah 6 – 7 ton perhektar lahan. “Kami memaksimalkan sumor bor yang ada sebagai tambahan sumber air,” ungkap dia.
Menurut Iwan karena lahan-lahan produktif itu, Pemerintah Pusat sedang membangun embung (penampungan air) untuk memenuhi kebutuhan air pada saat musim kemarau. Embung dengan tinggi 6 meter, lebar 25 meter, dan dalam 20 meter itu akan mampu menampung puluhan ribu kubik air.
“Embung dalam proses pembangunan. Mudah-mudahan dapat secepatnya dimanfaatkan masyarakat,” ungkap dia.
Namun demikian sambung Iwan Kuswara, beberapa faktor kendala mempengaruhi penigkatan hasil produksi, seperti masih minimnya ketersedian Alat Mesin Pertanian (Alsintan) guna proses olah lahan sampai panen.
“Hal ini menjadi perhatian serius desa dan petani setempat. pemrintah desa terus berupaya mengusulkan kepada pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten. Harapanya, kendala dan keluhan petani ini bisa diperhatikan. Mengingat potensi besar yang dimiliki oleh desa. Jika alsintan bisa diakomodir oleh pemerintah, menjadikan desa sumber sari menjadi sebuah desa yang lebih maju dan bermartabat, bisa terwujud,” ujar Iwan Kuswara.(yan)