Jakarta PSBB Ponspes Alfatah ‘Lockdown’

26
ILUSTRASI

NATAR – Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan yang kembali memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ternyata berdampak terhadap dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Misalnya sejumlah Pondok pesantren (Ponpes) yang kembali menutup rapat-rapat akses masuk.

Salah satunya Ponpes Alfatah Natar yang kembali menutup akses bagi para wali santri yang ingin menjenguk anak-anaknya di Asrama Ponpes Alfatah.

Pimpinan Ponpes Alfatah Muflihudin, Lc mengatakan lockdown lokal tersebut harus dilakukan mengingat penularan wabah sudah semakin tinggi. “Khususnya bagi wali santri dari pulau jawa, kami memproteksi para santri dan para guru agar tidak menjadi tren baru penularan covid 19,” ungkapnya, Selasa (15/9).

Ditambahkan Humas Ponpes Alfatah Nurhadis bahwa pelaksanaan KBM berjalan sebagaimana biasa kendati tetap memperhatikan protokol kesehatan covid 19. “Kami tetap menjalankan protokol kesehatan, wali santri yang berasal dari luar Desa Negara Ratu tidak diperbolehkan masuk ke pesantren,” tuturnya.

BACA :  Kewaspadaan Memudar, Sosialisasi Dikencangkan!

Ia menjelaskan, KBM di Ponpes akan sulit jika digelar secara daring karena banyak materi-materi agama yang harus dikaji dengan suasana pesantren. “Kami ada program shalat dhuha, shalat tahajud dan shalat sunnah lainnya. Kalau tidak tatap muka maka sulit untuk mengawasinya,” terang dia.

Ia menyampaikan, khusus untuk santri yang masih duduk di bangku Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau setingkat SD diterapkan batasan pengantaran siswa setiap harinya. “Banyak wali murid yang asalnya dari luar dusun muhajirun sehingga kami putuskan untuk membatasi tempat mengantar, tepatnya didepan Masjid An-nubuwah,” terangnya.

BACA :  Hewan Peliharaan Berkaki Empat Terancam Sanksi

Pria yang juga alumni Ponpes Alfatah itu menjelaskan, sistim KBM juga diatur agar satu lokal tidak menumpuk siswa seperti biasanya. “Jadi kami atur menjadi tiga shift sehingga satu lokal hanya berjumlah 15 orang untuk tingkat MI, kemudian jam pelajarannya juga dikurangi menjadi separuhnya,” ucap dia.

Ia berharap, seluruh santri Ponpes Alfatah terhindari dari penyebaran Covid 19 sebab setiap minggu kesehatan santri juga dipantau secara rutin. “Kami sudah berusaha, semoga usaha yang kami menjadikan kami semua terhindar dari virus tersebut,” pungkasnya.(Kms)