Jalan Alternatif Jadi Keluhan Masyarakat

526

PENENGAHAN – Masyarakat Kecamatan Penengahan dan Kecamatan Palas mengeluhkan kondisi jalan alternatif di bawah flyover di Dusun Kayubi, Desa Kekiling. Pasalnya, jalan alternatif itu dinilai membahayakan pengguna jalan.

Masyarakat menganggap jalan dengan permukaan tanah itu dapat menghambat transportasi karena kondisinya saat cuaca panas menimbulkan debu. Sementara saat hujan, pengendara juga merasa kesulitan melintas karena permukaan jalan menjadi becek dan licin.

Dihadapkan dengan dua kondisi itu, membuat masyarakat tak betah. Mereka meminta pihak pelaksana proyek jalan tol memperbaiki jalur alternatif tersebut demi kepentingan bersama.

“Jangan mikirin kerjaan mereka saja, kami juga harus dipikirin. Jangan mentang-mentang pekerjaan mereka belum selesai, terus kami dilupakan,” keluh Hamsir (32) saat ditanya soal jalan alternatif tersebut, Senin (21/5) kemarin.

Pria yang berprofesi sebagai petani ini meminta pihak pelaksana proyek pembangunan jalan tol untuk ikut memikirkan kondisi warga yang menggunakan jalur itu. “Kami sudah susah, jadi jangan dibuat susah lagi. Apalagi ini jalan, semua orang menggunakan,” ujarnya.

Darmin (36) warga Kecamatan Palas juga mengamini jika kondisi jalan alternatif tersebut menyulitkan warga. Bahkan, dia berpendapat jika kualitas jalan alternatif yang dibuat itu tidak mempunyai kualitas yang baik.

“Ada baiknya bila pemerintah memberikan teguran sedikit, karena kalau hujan kami ini keslutin. Jalan jadi licin, pengendara motor bahkan bisa jatuh, yang pakai mobil banyak yang mater. Apa mau begini terus?,” katanya.

Dengan adanya teguran dari pemerintah, dia berharap pihak tol akan langsung memberikan respon dan langsung melakukan pembenahan terhadap jalan alternatif tersebut. “Harapan kami pemerintah bisa melakukan yang terbaik untuk masyarakat, jangan sampai masyarakat dibiarkan tertindas,” katanya.

Kepala Desa Idham Husni sudah banyak menerima laporan jika banyak masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan alternatif di wilayahnya itu. “Ya, sudah ada laporan. Kami juga sudah menegur pihak sub-kontraktornya terkait kondisi jalan yang berdebu dan licin, sekarang kita tunggu dulu langkah apa yang akan mereka ambil,” katanya (rnd)