Jalan Poros Pematang Baru Dikeluhkan

50
David Zulkarnain - sebuah mobil pickup melintasi jalan poros Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas, Sabtu (1/8).

PALAS – Kerusakan jalan poros Desa Pematang Baru, Kecamatan Palas kembali dikeluhkan masyarakat. Parahnya kerusakan membuat jalan utama itu semakin sulit dilintasi.

Solihin (48) salah satu pengguna jalan mengatakan, dalam setengah tahun terakhir jalan utama Desa Pematang Baru terus mengalami kerusakan yang kian parah. Sebagian aspal kini telah gerus air dan lubang jalan yang semakin membesar.

“Sudah dua tahun ini mulai rusaknya. Sekarang makin parah, aspal sudah terkelupas semua, dan banyak lubang yang lumayan dalam,” kata Solihin memberikan keterangan kepada Radar Lamsel, di area jalan tersebut, Sabtu (2/8).

BACA :  Daya Tahan Tubuh Masuk RPP Paud

Saat ini, akibat kondisi badan jalan yang sebagian besar telah berlumbang, sambung Solihin, membuat kondisi jalan utama Desa Pematang baru itu semakin sulit dilalui kendaraan. Terlebih kendaraan roda empat khawatir terperosok.

“Kalau mobil makin sulit lewat. Lobangnya makin parah, banyak dan lumayan dalam. Khawatir mobil amblas kedalam lumpur,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan oleh Edi (40), jalan     di tengah area persawahan yang menjadi perbatasan Desa Pematang Baru – Sukaraja itu mengalami kerusakan makin parah lantaran jarang mendapat perbaikan. Ia khawatir kerusakan jalan tersbut akan menggangu mobilisasi pertanin masyatakat Pematang Baru.

BACA :  21 Kades di Palas Non Reaktif Covid-19

“Lobannya sudah besar-besar dan dalam. Hal ini terjadi karena kerusakan jalan ini tidak segera diperbaiki, akibatnya lobang makin lebar. Jalan yang rusak akibat tanggul jebol dua tahun lalu juga sampai sekarang belum diperbaiki,” tutur Edi.

Edi beharap pada tahun inj jalan andalan masyarakat Pematang Baru itu bisa mendapat perhatian dari pemeringah. Walaupun hanya perbaikan sementara. “Kalau enggak diperbaiki segera, lobang bisa makin lebar. Bakhan taludnya bisa jebol. Harapan kami jalan ini bisa segera diperbaiki pemerintah, paling tidak ditimbun dulu,” harapnya. (vid)