Jalan Rusak Belasan Tahun Terabaikan

57
David Zulkarnain – Inilah kondisi jalan onderlagh Dusun Kedaung Barat dan Kedaung Lama, Desa Kedaung, Kecamatan Sragi. Selama belasan tahun jalan dua dusun itu tak kunjung mendapat perhatian dari pemerintah, Selasa (4/8).  

SRAGI – Buruknya kondisi jalan Dusun Kedaung Lama dan Kedaung Barat, Desa Kedaung, Kecamatan Sragi kian menjadi keluhan masyarakat. Sebab, jalan onderlagh sepanjang 2,5 kilometer itu tak kunjung diperbaiki sejak belasan tahun silam.

Padahal, menurut cerita warga setempat jalan itu dibangun masyarakat tanpa menerima upah. Tujuannya, tidak lain agar akses mobilitas menjadi lebih mudah dan berdampak positif pada perekonomian warga sekitar.

Rasmadi (50) salah satu warga Kedaung Barat mengatakan, masyarakat terus mengeluh lantaran sejak dibangun pada tahun 2008 jalan tersebut tak kunjung ada peningkatan pembangunan.

“Kenapa terus-terusan jadi keluhan masyarakat, karena selama belasan tahun jalan ini enggak pernah ada peningkatan pembangunan dari pemerintah,” ujar Rasmadi kepada Radar Lamsel saat ditemui dikediamannya, Selasa (4/8).

BACA :  Program PSR Terancam Gagal

Padahal, ungkap Rasmadi, jalan ini menjadi jalan pertanian di Desa Kedaung. Pembangunannya pun dikerjakan oleh warga tanpa menerima upah.

“Dulu warga ikut masang batunya, katanya mau diupah tapi enggak ada sampai sekarang. Dusun Kedaung Lama dan Kedaung Barat ini juga menjadi sektor pertanian terbesar di Kedaung, yang seharusnya mendapat peningkatan pembangunan dari pemerintah,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh tokoh masyarakat setempat,Omidin. Bahkan keluhan warganya itu sudah disampaikan langsung kepada Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermato.

“Kemarin (3/8) sudah saya sampaikan kepada pak Bupati, waktu di Sukapura. Dengan harapan jalan ini bisa segera ada peningkatan pembangunan,” ucapnya.

BACA :  Empat Warga Kualajaya Reaktif Covid-19

Sementara itu Kepala Desa Kedaung Edi Kuswanto menjelaskan, jalan onderlagh memang sudah layak mendapat peningkatan pembangunan, apalagi dua dusun sudah dihuni 160 kepala keluarga (KK).

“Dua tahun ini selalu masuk dalam program pembangunan, tapi tak kunjung terealisasi. Jalan ini juga sebenarnya jalan lama sebelum ada jalan poros kecamatan,” sambungnya.

Edi juga tidak menampik, pada tahun 2008 silam pembangunan jalan onderlagh itu dilakukan bersama warga tanpa mendapatkan upah. “Iya benar, masyarakat memang tidak diupah pada pembangunannya. Tapi warga iklas karena mengharapkan jalan yang bagus. Kami juga terus berupaya mengajukan usulan dengan harapan jalan ini segera mendapatkan pembangunan pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” harapnya. (vid)