Jalintim Rawan Kriminal, Pengendara Roda Dua Was-was

193
Foto Ilustrasi

KETAPANG – Maraknya kasus kriminaltias di Kecamatan Ketapang pada arus mudik beberapa waktu lalu menimbulkan kekhawatiran bagi pengendara roda dua. Pasalnya, wilayah Kecamatan Ketapang yang masuk dalam Jalur Lintas Timur (Jalintim) memang terkenal berbahaya dan rawan terhadap tindak kriminal.

Pemudik pun dibuat ketakutan saat melintasi Jalintim saat hendak menuju ke Pelabuhan Bakauheni. Seperti yang dikatakan Ardho (28), pemudik asal Kecamatan Palas ini mengaku resah saat melintasi jalan itu. Pasalnya, ia sering mendengar kabar jika Jalintim menjadi jalur favorit para pelaku kejahatan dalam melancarkan aksinya.

“Saya memang sering dengar kalau di situ (Jalintim) rawan, makanya kalau mau lewat saya, saya harus cari rombongan dulu,” katanya kepada Radar Lamsel, Minggu (9/6) kemarin.

Meski terdapat pos polisi di seputaran Jalintim, Ardho mengaku masih was-was. Pasalnya, kejadian penjambretan warga Desa Gandri oleh 4 orang tak dikenal beberapa waktu lalu menjadi bukti jika penjahat memiliki celah.

“Tidak bisa, kita harus jaga diri sendiri. Makanya kalau lewat sana, mending barengan, atau konvoi rame-rame,” ucapnya.

Dikonfirmasi mengenai kasus penjambretan itu, Kasatreskrim Polres Lamsel. AKP. Try Maradona, S.IK tak menjawab pesan singkat yang dikirimkan Radar Lamsel. Beberapa waktu lalu, Radarlamsel.com mendapat kabar bahwa komplotan penjambret beraksi. Peristiwa penjambretan oleh pemudik ini terjadi di Desa Ruguk, Kecamatan Ketapang, pada Selasa (4/6/2019) 12.01 WIB dini hari.

BACA :  Musrenbangdes Sumur, Sektor Pembangunan Infrastruktur Masih Mendominasi

Saat itu, Ibeng dan Maria yang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio hendak pulang ke Desa Gandri, Kecamatan Penengahan. Ketika melintas di Jalur Lintas Timur (Jalintim) di Desa Ruguk, Maria dan Ibenk melihat ada 4 orang tak dikenal sedang duduk di pinggir Jalintim.

Setelah melaju sekitar 100 meter dari tempat mereka melihat ke 4 orang itu. Tak lama kemudian 4 orang itu mengejar Ibeng dan Maria dengan menggunakan 2 sepeda motor Yamaha Vixion dan Jupiter MX. setelah itu, dua pelaku yang menggunakan sepeda motor Yamaha Vixion menendang sepeda motor yang dikendarai Maria dan Ibeng sembari mencabut kunci motor.

Saat sepeda motor keduanya terjatuh, seorang pelaku menarik tas yang digunakan Maria sembari mengancam akan mengambil barang miliknya. Maria mengatakan, pelaku juga sempat mencoba menusukan senjata tajam kepada Ibeng.

BACA :  Nanang Beri Bantuan Warga Terdampak Covid-19

“Mereka (pelaku) teriak, mana tas kamu katanya. Kedua pelaku membawa senjata tajam semua,” katanya.

Ibeng dan Maria beruntung. Pasalnya, tak berapa lama setelah kejadian itu rombongan kendaraan mobil melintas di lokasi kejadian. Kedua pelaku langsung melarikan diri dengan membawa tas milik Maria yang berisikan alat-alat kosmetik. Sementara tas yang berisi barang berharga tak ikut diambil oleh pelaku.

“Untungnya uang tunai dan barang berharga disembunyikan di dalam tas selampamg dalam baju, Mas. Jadi yang ketarik tas backpack isi kosmetik sama peralatan wanita,” katanya.

Widi (32), sepupu Maria, mengatakan, bahwa kejadian itu membuat saudaranya shock. Widi mengatakan bahwa Maria dan Ibeng belum sempat melapor ke polisi. Sebab, pada waktu dini hari itu pos pengamanan di Simpang Lima Ketapang sepi petugas.

Peristiwa ini pun menjadi tamparan keras bagi Polres Lampung Selatan karena tak mampu mengatasi tindakan kriminal. Padahal, Polres Lamsel telah menjamin keselamatan pemudik dengan mengerahkan ratusan pasukan yang ditempatkan di titik-titik rawan. (rnd)