Jalur Pulau Sebesi Dimanfaatkan Pemudik

103
ILUSTRASI

RAJABASA – Peraturan serta syarat mudik yang rumit membuat sejumlah masyarakat beralih ke roda transportasi lain. Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, banyak masyarakat dari Pulau Jawa yang menyeberang melalui jalur laut. Tetapi dengan fasilitas lain. Yaitu kapal motor angkutan penumpang.

Mereka yang hendak menyeberang memanfaatkan moda transportasi kapal motor dari Dermaga Pulau Sebesi. Kapal ini memang kerap kali menyeberang ke Pulau Jawa. Tetapi bukan memuat penumpang. Melainkan jasa angkutan hasil bumi seperti pisang, kelapa, dan koprah. Masyarakat yang melihat kapal ini menganggapnya sebagai peluang.

Selain itu, masyarakat tak takut karena tidak ada aturan khusus yang mengatur jika masyarakat tak boleh menggunakan kapal motor sebagai alat transportasi penyeberangan. Salah satu sumber Radar Lamsel di Desa Tejang Pulau Sebesi, Kecamatan Rajabasa, mengatakan ada nakhoda kapal yang memanfaatkan kesempatan itu.

BACA :  Hadapi OPT, Petani Wajib Terapkan 6T

“Ya, ada pemudik yang menyeberang lewat jalur Pulau Sebesi. Tapi jumlahnya memang tidak banyak,” kata sumber ini, Rabu (13/5/2020).

Radar Lamsel mengonfirmasi Rojali, Sekretaris Desa Tejang Pulau Sebesi. Dia mengamini jika kapal motor yang beroperasi di Dermaga Pulau Sebesi memang sering menyeberang ke Pulau Jawa. Bukan untuk mengangkut penumpang, tetapi memuat barang. Soal kapal yang mengangkut penumpang, Rojali tidak mengetahui secara pasti.

“Kalau itu saya belum tahu. Tapi mungkin saja ada yang nyelip-nyelip. Kami juga tidak mungkin ngecek kapal yang baru tiba dari seberang setelah pengiriman,” katanya.

BACA :  Hadapi OPT, Petani Wajib Terapkan 6T

Mengenai sikap pemerintah desa dengan hal tersebut, Rojali bersikap santai. Menurut dia, banyak masyarakat Pulau Sebesi yang bekerja di Pulau Jawa. Karena alasan ini, Rojali tidak mungkin meminta warganya yang tiba ke desa menggunakan kapal motor untuk kembali ke Pulau Jawa. Apalagi jika warga tersebut berstatus pengangguran.

“Kalau mereka tidak kerja di sana, kasian juga disuruh balik. Paling kalau sudah (sampai) di sini kami cek saja suhunya, lalu wajib isolasi selama 14 selama hari,” katanya. (rnd)