Jamaah Umroh Asal Desa Hanura Meninggal di Mekkah

404

TELUK PANDAN – Jamaah umroh Kabupaten Pesawaran Tahun 2018, Ibrohim bin Abdul Hayi (84), warga RT. 002 Dusun B, Desa Hanura, Kecamatan Teluk Pandan meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi, Minggu (02/12) sekitar pukul 19.30 waktu Arab Saudi.

Ketua Rombongan Jamaah Umroh, Hasri menyampaikan, bahwa almarhum meninggal dunia akibat kelelahan saat melaksanakan rukun umroh, yakni Sa’i di putaran ketujuh (terakhir).

“Saat melaksanakan salah satu rukun umroh pada Sabtu (01/12) sekitar pukul 11 malam waktu bagian Mekkah, dalam perjalanan yang terakhir (ketujuh) dari Bukit Shafa ke Bukit Marwah, tiba-tiba almarhum terlihat seperti kelelahan dan tidak kuat melanjutkan perjalanan. Karena kami tidak mau kalau almarhum tidak menyelesaikan umrohnya. Maka kami secara bergantian menggendong almarhum untuk menyesaikan Sa’inya,” ujar Hasri  saat dihubungi melalui telepon selulernya, kemarin.

Menurut Hasri, setelah almarhum menyelesaikan rukun umroh Sa’i, kondisi almarhum masih belum juga pulih, sehingga almarhum di gendong secara bergantian oleh jamaah lainnya menuju penginapan yang jaraknya sekitar 300 meter.

“Setelah selesai almarhum melaksanakan Sa’inya, untuk ke penginapan yang jaraknya sekitar tiga ratus meter dari bukit Marwah, almarhum kami gendong secara bergantian untuk sampai ke penginapan, ” tambah Ketua MUI Kecamatan Teluk Pandan ini.

Dijelaskan Hasri, saat sabtu pagi semua anggota rombongan sudah senang melihat kondisi almarhum yang berangsur-angsur membaik.

“Kami semua senang ketika melihat almarhum sudah mau makan. Tapi ba’da magrib kondisi almarhum menurun lagi, namun masih sempat komunikasi dengan melakukan video call dengan Rusdi (anak pertama almarhum, red) sekitar sepuluh menit. Pada saat itu almarhum akan kami bawa ke rumah sakit, namun almarhum menghembuskan nafas terakhirnya, ” ungkap Hasri.

Kini, lanjut Hasri, jenazah alamarhum masih berada di Hospital “WIZAROTUS SIHAH” dan belum dimandikan. Dikarenakan, masih menunggu surat menyurat dari KBRI dan kepolisian yang menyatakan almarhum sudah meninggal dunia.

“Saat ini jenazah masih dirumah sakit, lagi menunggu surat dari KBRI dan Kepolisian. Setelah mendapat surat, baru kami mandikan,” tandasnya.

Anak tertua almarhum, Rusdi (58) menjelaskan, pada Minggu (02/12) sekitar pukul 23.15 WIB (Ba’da Magrib) dirinya di hubungi ketua rombongan, Hasri melalui telepon selulernya. Saat itu, almarhum sempat terlihat di layar handphone dan hanya melihat sepintas kearahnya.

“Saya sempat menuntun almarhum untuk terus menyebut nama Allah SWT, aktu itu bapak cuman melihat sambil melirik. Karena, mau dibawa ke rumah sakit, sambungan telepon dihentikan,” ujar, kemarin.

Selang sekitar 5 menit kemudian, dirinya mendapat kabar dari ketua rombongan jika orang tuanya meninggal dunia.

“Selang lima menit dari video call, Pak Hasri menelepon lagi dan ngasih kabar kalo bapak meninggal,” tandasnya. (Esn)