Jangan Berharap Dana Pasca Bencana

447

KATIBUNG – Dana pasca bencana bagi korban bencana banjir disejumlah kecamatan belum jelas. Kemungkinan dana itu cair semakin mengecil lantaran bencana datang diakhir tahun.

Disamping itu keberadaan dana pasca bencana juga belum dipastikan. Sebab, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan ragu menjelaskan status dana tersebut.

Sementara pendataan kerugian yang ditimbulkan pasca banjir terus dilakukan BPBD. Dengan kata lain pendataan tersebut bakal sia-sia apabila realitanya dana pasca bencana memang tidak memadai untuk mengcover kerugian yang diderita korban banjir.

Kepala BPBD Lamsel Ketut Sukerta menjelaskan, bencana datang di akhir tahun sementara pihaknya masih mengintip apakah dana itu ada atau tidak.

“ Kita masih belum dapat memastikan soal itu (dana pasca bencana) kalaupun ada pasti bisa dicairkan. Kalaupun tidak ada ya mau bagaimana? Disisi lain bencana datang dipenghujung tahun juga,” ujar Ketut kepada Radar Lamsel, Rabu (5/12).

Ketut Sukerta menjelaskan, pihaknya baru dapat memastikan keberadaan dana pasca bencanan dalam waktu dekat. Pasalnya, BPBD masih sibuk melakukan pendataan kerugian.

“ Paling lambat besok (hari ini ‘red) kami bisa memastikan keberadaannya. Kalau memang ada pasti kita cairkan sementara ini tim masih fokus pendataan saja,” terangnya.

Disinggung soal penarikan personil dan posko darurat? Mantan Kepala Dinas Sosial ini menyampaikan seluruh tim sudah ditarik lantaran situasi dirasa sudah kondusif. Begitu juga dengan posko pengungsian dan dapur darurat.

“ Sudah kami tarik semua, karena posko hanya didirikan di Rangai Tri Tunggal saja. Ditempat lain tidak ada posko hanya personil yang memonitor saja, situasi pun saat ini sudah kondusif,” sebut dia.

Terpisah, Kepala Desa Rangai Tritunggal mengatakan masyarakat Rangai Tri Tunggal tidak akan menolak apabila Pemkab Lamsel memberikan santunan terhadap kerugian yang diderita korban banjir.

“ Kalau bantuannya ada tidak mungkin kami tolak, sejauh ini sih sudah dilakukan pendataan yang dominan disebabkan kehilangan perabotan. Sedangkan untuk rumah yang rusak berat tidak banyak hanya bebarapa saja yang dinding rumahnya retak,” paparnya.

Lain halnya dengan asupan logistik, untuk urusan logistik bagi korban bencana. Pemkab Lamsel sudah mengcover empat kecamatan yakni Katibung, Sidomulyo, Kalianda dan Penengahan. Pembagian logistik korban banjir diwilayah itu tak menemui hambatan.

Untuk Diketahui terkait perencanaan, penganggaran, pelaksanaan serta pelaporan, BPBD Lamsel dinanti pertanggungjawaban penggunaan dana penanggulangan bencana yang bersumber dari APBN atau APBD pada tahap pasca bencana, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (ver)