Jasad Asmani Terseret 900 Meter

65
Basarnas for Radar Lamsel - Petugas Rescue Pos SAR Bakauheni mengevakusi jasad Asmani, yang berhasil di temukan di tengah laut pantai Belebuk, desa Totoharjo, kecamatan Bakauheni, Kamis (3/9/2020).

BAKAUHENI – Kerja keras tim SAR gabungan akhirnya membuahkan hasil. Pencarian orang tenggelam di pantai Belebuk, Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, berhasil, Kamis (3/9) pukul 13.15. Namun sayang, Asmani yang tenggelam pada Rabu petang sudah tak bernyawa ketika ditemukan di tengah laut sejauh 900 meter dari tempatnya tenggelamnya.

Pencarian awal dimulai pada pukul 07.00 WIB. Tim I Rescue Pos SAR Bakauheni menggunakan perahu karet melakukan penyisiran di sepanjang bibir pantai Belebuk. Kemudian mengitari pulau Sekepol dan pulau Mengkudu. Sementara Tim II  Pol Air Polres Lamsel menggunakan perahu karet melakukan pencarian seluas 2,2 km ke arah selatan.

Di sisi lain, Tim III menggunakan perahu nelayan melakukan pencarian seluas 2,2 km ke arah selatan – barat dari lokasi kejadian. Tetapi pencarian yang sampai pukul 12.00 WIB masih belum membuahkan hasil. Pukul 13.00 pencarian dimulai lagi. Berselang 15 kemudian, tim gabungan berhasil menemukan Aswani yang tengah mengambang.

BACA :  Cuaca Ekstrem Tak Pengaruhi Layanan

“Tim segera mengevakuasi korban ke daratan,” kata Kepala Basarnas Lampung, Jumaril, S.E. kepada Radar Lamsel.

Jumaril mengatakan proses evakuasi tersebut tidak mengalami kendala apapun. Tetapi penemuan mayat itu tidak ada proses lebih lanjut. Berdasarkan kesepakatan dengan pihak kepolisian, dan pihak kesehatan, tidak melakukan autopsi. Akhirnya jenazah korban pun diantar menuju ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga.

“Sesuai dengan kesepakatan pihak keluarga, dan unsur terkait. Korban langsung kami bawa ke rumah duka,” katanya.

Kepala Desa Totoharjo, Imam Bukhori, mengatakan peristiwa warga yang tenggelam itu merupakan yang pertama kali sejak 3 tahun terakhir. Meski masuk dalam wilayah desa Totoharjo, belum bisa dipastikan apakah pantai Belebuk masih dibuka atau ditutup sementara. Sebab, pengelolanya bukan Pemerintah Desa Totoharjo.

BACA :  1.762 Personel Gabungan Disiagakan

“Udah dulu, lama sekali. Pernah kejadian yang sama juga, tenggelam. Mungkin sekitar 3 tahunan yang lalu lah,” katanya.

Informasinya, Asmani tenggelam ketika memancing bersama teman-temannya. Belum diketahui secara jelas penyebab yang membuat Asmani tenggelam. Yang jelas, lokasi tempat Asmani tenggelam bukan tempat wisata. Tetapi spot memancing. Kapolsek Penengahan, AKP. Hendra S. mengatakan pihaknya tidak akan menutup akses wisata ke pantai Belebuk.

“Kita serahkan dengan Pokdarwis. Seperti apa baiknya, biar mereka yang menentukan. Jadi kita tidak menutup karena tidak ada kelalaian dari pengelola pantai,” katanya. (rnd)