Jasaraharja Pastikan, Keluarga Korban Lakalantas Dapat Santunan

62
Shofyan Apriyansyah – Petugas Jasaraharja Lamsel Heru Hermawan, menyambangi keluarga korban Lakalantas saat proses pengurusan pemberangkatan jenazah di RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda, kemarin.

KATIBUNG – Peristiwa kecelakaan maut kembali terjadi di Jalinsum Km 25-26 Desa Babatan, Kecamatan Katibung Senin malam (27/1) pukul 20.30 WIB.

Pihak Jasaraharja Kalinda Lampung Selatan menyambangi keluarga korban di RSUD dr. Bob Bazar, SKM Kalianda dan memastikan santunan akan diberikan kepada ahli waris keluarga korban meninggal dunia.

Petugas Jasaraharja Kalianda Lampung Selatan Heru Hermawan mengatakan, kedatang dirinya ke RSUD dr. Bob Bazar Kalianda itu guna menjalankan tugas.

“ Kehadiran petugas Jasaraharja disini guna melakukan verifikasi data kelengkapan administratif korban luka-luka dan meninggal dunia Lakalantas. Dimana peristiwa kecelakaan terjadi pada senin malam (kemarin’red) di Jalinsum Km 25-26 Desa babatan, Kecamatan Katibung,” kata Heru Hermawan kepada Radar Lamsel, Selasa (28/1).

Ia mengatakan, melalui verifikasi dan mengkroscek langsung ke rumah sakit diketahui satu orang penumpang Pick Up Carry atas nama Sutikno (52) meninggal dunia dan seorang pengemudimnya Jailani (58) mengalami luka-luka.

“ Hasil verifikasi diketahui satu orang penumpang Pick Up Carry meninggal dunia dan pengemudi Pick Up Carry mengalami luka-luka  dan sedang mendapat perawatan oleh petugas rumah sakit,” ujarnya.

Petugas Jasaraharja itu memastikan, korban Lakalantas yang meninggal dunia akan mendapat santunan.

BACA :  Diamankan Karena Status FB, Pelaku Minta Maaf

“ Kami pastikan pihak keluarga korban meninggal dunia akan mendapatkan santunan dari pihak Jasaraharja,” kata Heru sapaan akrabnya.

Namun sebelum itu sambungnya, pihak keluarga kami arahkan untuk melengkapi data kependudukan melalui petugas Jasaraharja di Kabupaten Pesawaran.

“ Karena, korban meninggal dunia warga Pesawaran kami mengarahkan pihak keluarga untuk mengurus klime asuransi melalui petugas Jasaraharaja yang ada di Kabupaten Pesawaran. Bila sudah terpenuhi maka kami pastikan pihak Jasaraharja Pesawaran secepatnya akan memberikan santunan kepada ahli waris korban Lakalantas,” imbuhnya.

Sementara, febri (35) adik korban lakalantas meninggal dunia (Sutikno’red) mengatakan, peristiwa nahas yang sampai merenggut nyawa kakak kandungnya itu merupkan musibah yang tidak bisa dihindari dan harus tabah menerimanya.

“ Entah mas perasaan saya berkecamuk. Tapi sudah takdir, kami keluraga harus tabah dan mengiklaskannya. Saat ini saya dan keluarga lainnya sedang mengurus proses pemberangkatan jenazah dari rumah sakit menuju rumah duka di Pesawaran,” ucap Febri dengan lirih.

Terpisah, Irfan (45) seorang saksi mata yang berada dilokasi saat kejadian menuturkan, pada senin malam (27/1) pukul 20.30 Wib (kemarin’red) kondisi jalan sedang di guyur hujan. Saat itu, sebuah kendaraan Pick Up Carry dengan Nopol BE 9578 YB melaju dari arah Bakauheni menuju Bandar Lampung melaju dengan kecepatan sedang.

BACA :  Diamankan Karena Status FB, Pelaku Minta Maaf

Tiba-tiba menabrak bagian belakang kendaraan Truck Nissan Nopol BE 9061 AP yang sedang terparkir di sisi kiri bahu jalan.

“ Akibatnya peristiwa kecelakaan tersebut, satu orang penumpang Pick Up Carry di duga meningal dunia di tempat dan pengemudinya mengalami luka-luka sudah di evakuasi oleh petugas ambulance ke rumah sakit,” terang Irfan.

Menurut saksi mata itu, kecelakan nahas yang merenggut satu nyawa itu tidak dikatahui pasti apa penyebabnya. Namun, diduga akibat pengemudi kelelahan.

“ Sepertinya sopir Pick Up Carry kelelahan, sehingga menabrak kendaraan Truck yang sedang terparkir di sisi kiri bahu jalan. Akibatnya kecelakaan terjadi. Peristiwa ini sudah di tangani oleh petugas kepolisan,” kata dia.

Petugas Kamar Jenazah RSUD Bob Bazar, SKM Kalinda Ida mengatakan, satu orang meninggal dunia korban Lakanlantas atas nama Sutikno (52) warga Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran.

“ Kemdian, seorang pengemudi Pick Up Carry luka-luka atas nama jailani (58) warga  Gunung Agung Bandar Lampung,” kata Ida. (CW2)