Jelang Pemilu, Bupati Himbau Jaga Kondusifitas

269
Foto Idrus - Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona saat menyampaikan sambutan pada acara peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1440 H di Kecamatan Kedondong.
GEDONGTATAAN – Menjelang pelaksanaan Pemilu pada 17 April 2019 mendatang, Bupati Pesawaran, Dendi Ramadhona menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif. Sebab menurutnya perbedaan pilihan bukan merupakan berarti harus ada permusuhan dan perselisihan. 
“Jadikan pemilu ini pemilu yang damai, pemilu yang sejuk dan pemilu dingin serta sebagai pemersatu bangsa bukan sebaliknya malah menjadi pemecah bangsa dan jangan mudah percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya (Hoax),” ujar Dendi saat mengahadiri acara peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1440 H di Masjid Babussalam, Dusun Pamulang Desa Way Kepayang, Kecamatan Kedondong, Senin (1/4).

Untuk itu, peringatan Isra’ Mi’raj tersebut diharaokan dapat menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang menjadi rahmat bagi alam semesta karena menjunjung tinggi persaudaraan baik sesama muslim, bangsa dan sesama tanah air. “Menurut hemat saya, Islam tidak mentolelir adanya prilaku yang destruktif, anarkis, dan bentuk terorisme, apalagi sampai mengorbankan jiwa manusia yang tak ternilai harganya. Saya yakin, perilaku tidak terpuji tersebut bukan dilakukan oleh seorang muslim yang betul-betul menghayati dan mengamalkan ajaran Islam,” imbuhnya.

BACA :  Bapenda dan Pol PP Tertibkan Obyek Pajak

Selain itu, bagi aparatur Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Dendi juga berharap agar peringatan hari besar Islam dapat menjadi salah satu wahana untuk meningkatkan disiplin, etos kerja, semangat pengabdian dan profesionalisme yang lahir dari semangat penghayatan dan pengamalan ajaran agama, sehingga pemerintah Kabupaten Pesawaran dapat lebih meningkatkan citra dan kinerja serta dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.

BACA :  KPU Siapkan Debat Kandidat Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati

“Peringatan Isra’ Mi’raj merupakan wahana silaturahmi, untuk lebih meningkatkan kualitas ukhuwah dan sinergi dalam kerangka saling mengingatkan dalam kebenaran dan saling mengingatkan dalam kesabaran, khususnya antara ulama dan umaro (pemerintah) maupun dengan stakeholders dan seluruh elemen masyarakat, khususnya dalam rangka melakukan revitalisasi nilai-nilai keagamaan agar menjadi sumber etika atau Iandasan guna terwujudnya keberhasilan pembangunan seutuhnya, secara material maupun spiritual,” pungkasnya. (Rus)