Jembatan Ambruk, 130 Jiwa Terisolasi

446

WAYSULAN – Sekitar 130 jiwa warga Dusun V, Desa Banjarsari, Kecamatan Way Sulan terisolasi akibat jembatan penghubung didesa tersebut ambruk.

Kerusakan disebabkan konstruksi jembatan berukuran 8×4 meter yang berstatus jalan kabupaten itu sudah termakan usia. Hampir setiap tahun perbaikan sementara dilakukan oleh warga sekitar, namun belum ada kepastian soal perbaikan secara permanen oleh Pemkab Lampung Selatan.

“ Sejak dua tahun terakhir warga rutin melakukan perbaikan sementara karena berkali-kali jembatan ambruk. Sementara belum ada kepastian kapan perbaikan secara permanen dilakukan,” kata Kepala Dusun V, Tamam, Minggu (24/6) kemarin.

Sejatinya tak hanya warga Banjarsari Kecamatan Way Sulan yang melintas dijembatan tersebut. Warga Kecamatan Waway Karya Lampung Timur juga kerap melintas utamanya para siswa yang hendak bersekolah.

“ Didusun V saja terdapat 36 rumah, belum lagi dari desa tetangga yang berbatasan langsung dengan Lamtim. Kalau tidak cepat diperbaiki anak-anak yang hendak bersekolah tak punya jalan lain,” sebut dia.

Kepala Desa Banjarsari Nurodin mengamini bahwa jembatan ambruk itu berada didesanya. Meski kerap ditinjau Anggota DPRD kabupaten maupun provinsi, namun masyarakat hanya menerima janji-janji sejak dua tahun terakhir.

“ Sudah sering ditinjau juga oleh anggota dewan, tapi belum juga bisa dibangun jembatan permanen. Kami khawatir perbaikan yang dilakukan masyarakat yang sifatnya sementara, tidak bertahan lama,” kata dia kepada Radar Lamsel.

Nurodin menjelaskan ambruknya jembatan disebabkan dua faktor yakni kontruksi jembatan yang buruk serta air yang menerjang cukup intens terjadi belum lama ini. Selain itu ia juga menyayangkan jalan sepanjang 3 ribu meter serupa onderlagh menuju jembatan yang juga belum tersentuh perbaikan.

“ Sejak dua tahun kami sudah lapor, terakhir laporan kepada pemerintah kecamatan agar segera ditindaklanjuti dan diteruskan ke Pemkab,” katanya lagi.

Masih kata Nurodin, dari 36 rumah yang terisolasi akibat kerusakan fasilitas jembatan. Terdapat 130 jiwa warga Banjarsari Kecamatan Way Sulan. Mewakili warganya ia berharap ada tindakan cepat agar ratusan warga tak terisolasi.

“ Sementara jembatan masih dalam perbaikan, hanya pejalan kaki yang bisa menggunakannya. Kalau toh ada yang hendak menyebrang menggunakan sepeda motor maka kendaraannya harus dituntun,” tandasnya.

Sayangnya Camat Way Sulan Munir, SE belum dapat berkomentar banyak ketika dihubungi Radar Lamsel sore kemarin. Ia mengaku tengah sibuk mempersiapkan lomba Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) yang bakal dihadiri Gubernur Lampung M. Ridho Ficardo pada Senin (25/6) hari ini.

“ Kebetulan kami baru menjabat dua bulan jadi belum sempat meninjau lokasi jembatan, ditambah lagi kesibukan menjelang lomba BBGRM. Untuk lebih jelasnya nanti kami ajak UPT PU meninjau lokasi, karena saya juga belum tahu apakah jembatan itu diperbaiki tahun ini atau tidak,” ujarnya. (ver)