Jembatan dan Gorong-Gorong Rentan Ambruk

237
Shofyan Apriyansyah – Pondasi gorong-gorong di Dusun Sindangsari, Desa Karyamulyasari, Kecamatan Candipuro, nyaris ambruk, karena dua pondasi ambrol tergerus air hujan, Kamis (9/1).

WAYSULAN – Curah hujan sepekan terakhir menyebabkan sebagian infrastruktur di Kecamatan Way Sulan, mengalami kerusakan. Di Kecamatan itu tercatat satu jembatan gantung dan satu unit gorong-gorong rentan ambruk.

Di Dusun Waysipin, Desa Mekarsari, Kecamatan Waysulan. Dimana kondisi jembatan gantung yang membentang diatas sungai Waysipin yang menjadi pengerak vital denyut nadi aktifitas warga dan petani sekitar itu, kini kondisinya mering dan nayris roboh, akibat tergerus arus air sungai Waysipin.

Salah seorang warga sekitar, Ikhwan (50) mengatakan, kondisi jembatan gantung yang merupakan penggerak aktivitas warga sekitar itu, kini kondisinya sangat memprihatinkan.

“ Dimana, kini kondisi jembatan gantung miring dan setiap waktu akan ambrol. Akibat, pondasi dua pondasi penyangga badan jembatan  ambrol, akibat diterjang derasnya air sungai Waysipin,” kata Ikhwan kepada Radar Lamsmel di lokasi, Kamis (9/1).

Diterangkannya, kondisi jembatan gantung yang merupakan penggerak aktivitas warga sekitar itu, sebelumnya kondisinya memperihatinkan dengan bagian pondasi penopang badan jembatan di satu sisi ambrol terkikis derasnya air sungai.

“ Saat ini, bagian pondasi penopang badan jembatan gantung yang tersisa ambrol juga dan keberadaannya setiap waktu terancam putus,” terangnya.

Sementara, kondisi keruskan insfrastrukur yang hampir serupa pun terjadi di Dusun Sindangsari, Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro. Kepala Desa Karya Mulyasari, Warno menerangkan, kondisi gorong-gorong sebelumnya yang hanya mengalami kerusakan disebagian sisi pondasi, kini kondisi dua pondasi penopang gorong-gorong ambrol tergerus oleh derasnya air hujan.

“ Akibat hujan deras sepekan terkahir di Candipuro dan sekitarnya, kini kondisi dua pondasi gorong-gorong ambrol semua tergerus derasnya air hujan,” terangnya.

Selain itu sambung Kepala Desa Karya Mulyasari itu, akibat intensitas curah hujan tinggi sepekan terkahir diwilayahnya. Derasnya air hujan juga mengerus pondasi jembatan penghubung antar Desa Karyamulyasari Kecamatan Candipuro menuju Desa Purwodadi Kecamatan Waysulan.

“ Hujan deras seminggu terkahir ini, bukan hanya goorng-gorong yang menjadi bulan-bulanan terkikis gerusan air hujan, tapi jembatan penghubung antar Desa Karyamulyasri menuju Desa Purwodadi Kecamatan Waysulan pun mengalami keruskan,” kata Warno.   

Dijelaskanya, terkait perbaikan gorong-gorong dan jembatan tersebut sudah di usulkan kepada Pemkab Lamsel. Dimana, pengukuran dan pendataan juga telah dilakukan oleh dinas terkait.

“ Namun, sampai hari ini perbaikan urung dilaksanakan,” jelasnya.

Dia mengatakan, sebenarnya desakan warga kepada pihak pemerintah desa sudah kerap disampaikan oleh warga, agar segera memperbaiki gorong-gorong dan jembatan tersebut menggunakan Dana Desa (DD).

“ Namun, kami berkali-kali menegaskan kepada warga untuk bersabar. Dengan alasan, perbaikan akan segara dilakukan oleh Pemkab Lamsel melalui dana tanggap darurat tahun ini,” kata Warno.

kepada pemerintah ia berharap, gorong-gorong dan jembatan yang keberadaannya sangat vital, guna mobiltas warga menuju areal sawah dan lembaga pendidikan itu dapat segera ada perbaikan. 

“ Melihat kondisinya kini sudah hampir tidak laik untuk dilintasi. Kami menghimbau warga dan pengguna jalan memilih jalan alternatif lain. Sebab, kondisi gorong-gorong dan jembatan kini nyaris ambrol. Saya berharap kepada pemerintah sekiranya segera ada perbaikan,” harapnya.(CW2)  

Shofyan Apriyansyah – Jembatan gantung di Dusun Waysipin, Desa Mekarsari, Kecamatan Waysulan miring, akibat dua pondasi penopang bandan jembatan ambrol tergerus derasnya air sungai Waysipin, Kamis (9/1).