Jembatan Gantung Keropos Tebar Ancaman

112
Ist. – Warga menunjukan kondisi gorong-gorong di Dusun Sindang Sari, Desa Karya Mulyasari, Kecamatan Candipuro, nyaris roboh, akibat tergerus air saat penghujan, Sabtu (4/1).

WAYSULAN – Jembatan gantung yang membentang di atas Way Sipin Desa Mekarsari, Kecamatan Waysulan mengancam keselamatan penggunanya. Hampir di seluruh bagian jembatan tersebut sudah berumur dan rentan ambruk.

Meski kondisinya sudah tak laik untuk dilalui, kenyataannya, jembatan gantung itu masih saja dilewati oleh pejalan kaki maupun pengendara motor. Tak ada plang imbauan atau rambu-rambu pengingat disekitar jembatan tersebut.

Parahnya lagi pondasi penahan jembatan yang dibangun tahun 2011 silam melalui program PNPM MPD itu mulai terkikis air. Tak ada jaminan, jembatan tersebut kapan saja bisa ambruk melihat kondisinya kini.

 “ Satu tahun berlalu, kondisi jembatan gantung yang rusak di bagian badan jembatan belum ada perbaikan,” ujar Tarman warga setempat, Sabtu (4/1).

Diterangkan, jembatan gantung itu sangat penting keberadaannya dalam menopang aktivitas para petani dan warga sekitar dalam melakukan aktivitasnya.

“ Kini kondisi badan jembatan dari kayu sudah lapuk termakan usia. Sebagian besar banyak badan jalan yang sudah patah.Warga bersama pihak desa dengan kebatasan yang ada, hanya mampu memperbaiki secara sawadaya itu pun tidak bertahan lama,” terangnya.

Terpisah, Kepala Desa Mekarsari Abdul Farid pun membenarkan hal itu, dimana ia mengatakan, upaya pengusulan perbaikan jembatan gantung yang rusak itu oleh pihak desa melalui Rapat Koordinasi (Rakor) di Kecamatan sudah sering ia sampaikan.

“ Namun sampai hari ini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki oleh instansi terkait. Padahal keberadaan jembatan gantung tersebut sangat penting bagi kelancaran aktifitas warga dan petani sekitar di Dusun Waysipin, ” kata Abdul Farid.

Ia menjelaskan, kondisi kerusakan jembatan kian waktu makin parah. Dikhawatirkan jembatan gantung jika tidak diperbaiki segera maka akan terputus. Akibat tidak mampu bertahan dari gerusan derasnya arus air Waysipin.

“ Dampaknya yang paling merasakan ialah ratusan warga dan petani sekitar kesulitan melakukan aktifitas, bila jembatan gantung yang ini terputus,” jelasnya.

Dia berharap, kepada pemerintah agar adanya perbaikan segera, guna menopang hajat hidup warga dan petani sekitar, yang memanfaatkan keberadaan jembatan gantung itu dalam melakukan aktivitas utamanya pertanian.

“ Saya berharap jembatan gantung dapat segera ada perhatian oleh instansi terkait. Sebab, keberadaannya sangat dibutuhkan oleh warga dan petani,” harapnya.

Pada bagian lain, Warga Desa Karya Mulya Sari Kecamatan Candipuro mengharapkan adanya perbaikan gorong-gorong diwilayah mereka.

Pasalnya, hampir satu tahun berlalu kondisi gorong-gorong di Dusun Sindang Sari, Desa Karya Mulya Sari yang berbatasan langsung dengan Desa Cinta Mulya rusak parah dan kini kondisinya nyaris ambrol, akibat satu sisi tiang penyangga badan gorong-gorong roboh tergerus hujan.

 “ Hampir satu tahun gorong-gorong itu rusak dan satu bulan belakangan kondisinya nyaris ambrol, sampai hari ini belum ada perbaikan,” terang Riyan, Sabtu (4/1).

Dijelaskan, kondisi kerusakan jembatan didesanya itu makin parah. Nampak, jembatan nyaris ambrol akibat penopang badan gorong-gorong di satu sisi roboh akibat tergerus oleh air dan hujan.

“ Gorong-gorong hampir ambrol, karena penahan badan gorong-gorong yang didibawah, satu tiang penopang sudah roboh terkikis oleh air saat musim penghujan. Hal ini sangat menghawatirkan, sebab jembatan setiap waktu bisa ambrol dan mengancam keselamatan warga dan pengguna jalan saat melintas,” kata Riyan.

Untuk alasan keamanan, aparatur desa menghimbau warga dan pengguna jalan untuk sementara diarahkan ke jalan alternatif lain yang jaraknya lumayah jauh.

Terpisah, Kepala UPT Penguji Konstruksi dan Bangunan Kecamatan Candipuro Heriyanto mengatakan, terkait gorong-gorong penghubung antar Desa Karya Mulya Sari menuju Desa Cinta Mulya yang rusak tersebut, sudah masuk dalam rencana perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di tahun 2020.

 “ Namun demikian, terkait realisasi pengerjaannya, kami belum megetahui secara pasti. Yang jelas perbaikan gorong-gorong sudah masuk E-Planning di tahun 2020 ini,” terangnya. (CW2)