Jembatan Gantung Putus, Transportasi Warga Terganggu

417
Randi Pratama - Kondisi jembatan gantung yang terputus di Dusun Buring, Desa Sukabaru,foto kemarin.

PENENGAHAN –Jembatan gantung penghubung antar RT di Dusun Buring, Desa Sukabaru putus. Akibatnya, warga dari RT 1 yang hendak ke RT 2, 8 dan 9 di dusun itu harus rela menyeberangi sungai karena tidak ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan oleh warga.

Menurut keterangan warga setempat, jembatan gantung itu terputus sejak diterjang hujan lebat yang terjadi beberapa hari ini. “Puncaknya kemarin (Rabu’red), jembatan jadi putus total,” kata Erma (28) warga Dusun Buring kepada Radar Lamsel, Kamis (28/9) kemarin.

Erma mengaku tidak heran jika jembatang gantung itu terputus akibat diterjang hujan. Karena, lanjut dia, kondisi jembatan itu memang sudah mengalami kerusakan yang cukup parah. “Memang sudah lama rusak, kalau saya kasihan sama anak-anak yang mau sekolah,” ujarnya.

BACA :  Instruksi Pusat: Ceriwislah Bawaslu!

Senada dengan Erma, Irwan (26) warga lainnya mengaku cukup disulitkan dengan putusnya jembatan gantung itu. Pasalnya, jembatan itu merupakan akses satu-satunya untuk menuju wilayah perkebunan warga. “Ya repot, mau ngambil buat makan hewan ternak bagaimana. Mau ngambil hasil bumi juga bagaimana, kan enggak bisa pakai motor lagi,” katanya.

Dari pantauan, sebuah eskavator diletakkan disekitar lokasi jembatang gantung yang terputus di Dusun Buring. Namun saat ditanya, Irwan mengaku tidak mengetahui siapa pemilik alat berat tersebut. “Saya kurang paham mas, tapi katanya mau digunakan untuk perbaikan. Kalau benar, kami harap perbaikan cepat dilakukan. Karena itu jembatan fungsional yang sangat dibutuhkan warga,” katanya.

BACA :  Waspada Puncak Musim Hujan!

Sementara itu, Sekretaris Desa Sukabaru Hudrotul Ihwan membenarkan jika eskavator itu akan digunakan untuk memperbaiki jembatan gantung yang terputus di Dusun Buring. “Ya, mulai kerja hari ini,” ujarnya.

Hudrotul menerangkan, perbaikan jembatan gantung di dusun itu menggunakan dana APBD. Saat ditanya berapa jumlah anggaran perbaikan dan siapa pihak pelaksana, Hudrotul mengaku belum mengetahui masalah itu. “Wah, kurang paham saya kalau masalah itu,” pungkasnya. (rnd)

BAGIKAN