Jembatan Rusak Dipasang Batang Kelapa

902
Veridial – Perbaikan Jembatan yang berada di Desa Beringinkencana yang jebol Maret lalu akibat diterjang banjir, bahan utama berupa batang kelapa tersebut diberikan oleh Bina Marga dan BNPB, Kamis (14/4).

CANDIPURO – Hampir satu bulan jembatan rusak di Desa Beringinkencana Kecamatan Candipuro memutuskan arus lalu lintas dua kabupaten terputus.
Sebab, jembatan penghubung yang berada dijalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Lamsel dan Lampung Timur (Lamtim) itu rusak pada Maret lalu.
Kemarin jembatan itu mulai diperbaiki. Ya, menggunakan batang kelapa. Ada 10 batang kelapa dipasang dijembatan itu sebagai langkah perbaikan sementara.
Informasi yang dihimpun Radar Lamsel, batang kelapa itu merupakan bantuan dari Bina Marga Provinsi Lampung dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung.
Informasi ini disampaikan anggota DPRD Provinsi Lampung H. Antoni Imam, S.E yang berada dilokasi perbaikan jembatan, kemarin. “Iya. Ini merupakan bantuan dari Bina Marga dan BPBD. Perbaikan ini sifatnya sementara. Untuk memperlancar arus lalulintas,” kata dia kepada Radar Lamsel, Kamis (14/4) kemarin.
Hal itu juga dibenarkan Camat Candipuro Affendi, S.E. dia juga mengatakan bahwa jembatan darurat tersebut bertujuan agar akses jalan kembali lancar dan bisa dilintasi oleh pengendara motor maupun pengendara mobil.
Sekitar 10 batang kelapa, kata dia, dijadikan penopang sementara utamanya bagi warga Beringinkencana dan Titiwangi yang hendak melintas agar tidak terlalu jauh menempuh jarak. “ kami menghimbau jembatan sementara ini baiknya tidak dilalui kendaraan besar terlebih dahulu. Kendaraan besar seperti truk tetap kita alihkan agar tidak merusak kondisi jembatan,” ujar dia.
Perbaikan jembatan yang menggunakan batang kelapa itu menuai pro kontra warga setempat. Amin (40) warga Desa Beringinkencana mengaku senang jika jembatan penghubung itu diperbaiki meskipun hanya dengan batang kelapa. “Setidaknya memperpendek jarak. Karena selama ini untuk menuju pasar Titiwangi saja harus cari jalan lain,” ujarnya.
Berbeda dengan Amin. Hesti (30) pengendara motor asal Desa Titiwang ini menyayangkan pihak terkait tidak segera membangun jembatan dengan bangunan yang kokoh. “Jika Batang kelapa saja, apa bedanya dengan swadaya masyarakat. Sebelumnya yang dibangun masyarakat juga berupa batang kelapa,” ujar dia.
Menurut dia, jembatan itu tidak hanya kali ini jebol. Sebelumnya jembatan juga pernah jebol yang disebabkan banjir. “Dulu juga pernah jebol dan masyarakat yang memperbaiki, mungkin memang nasib jembatan tersebut hanya sebatas batang kelapa saja,” ujar ibu rumah tangga ini. (Cw3)

BACA :  DAK juga Tertunda Corona